Rayakan Satu Abad NU Versi Masehi, PCNU Sampang Gelar Tasyakuran dan Penabuhan Bedug Sakral
Ach. Mukrim - Saturday, 31 January 2026 | 10:03 AM


salsabilafm.com - Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Sampang menyelenggarakan peringatan Hari Lahir (Harlah) Satu Abad Nahdlatul Ulama berdasarkan penanggalan Masehi (1926–2026) dengan penuh khidmat. Bertempat di Pondok Pesantren Assirojiyyah, Sabtu (31/1/2026) malam, acara ini menjadi momentum refleksi sekaligus penanda dimulainya langkah NU menghadapi abad kedua.
Ketua PCNU Sampang, KH M. Itqan Bushiri, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas terlaksananya kegiatan yang meriah ini. Dia menekankan bahwa Harlah satu abad miladiyah ini mengusung tema penting: "Memperkokoh Jam'iyah, Tradisi, Kontribusi dan Mengembangkan Peradaban."
"Peradaban Nahdlatul Ulama adalah fikroh (pola pikir) dan ruh (semangat) perjuangan kita. Konsep NU adalah menjaga tradisi lama yang baik, namun tidak menutup diri terhadap peradaban baru yang membawa kemaslahatan bagi masyarakat," katanya.
Menurutnya, salah satu prosesi paling ikonik dalam acara ini adalah penabuhan bedug yang dilakukan sebanyak sembilan kali oleh Wakil Rais Syuriah PCNU Sampang, KH Wahab Zain. Menurut Kiai Itqon, penabuhan ini memiliki makna filosofis yang sangat dalam.
"Sembilan kali tabuhan melambangkan sembilan bintang yang ada pada lambang Nahdlatul Ulama. Mengapa sakral? Karena bedug yang kita gunakan ini adalah salah satu dari 9 bedug bersejarah saat perhelatan satu abad Hijriyah di Sidoarjo, yang kini diamanahkan di Pondok Pesantren Assirojiyyah," jelasnya.
Dia mengungkapkan, penabuhan tersebut menjadi simbol kesiapan seluruh jajaran pengurus dan warga NU di Sampang untuk memasuki era baru. Pihaknya berharap seluruh pengurus NU di semua tingkatan diberikan keistiqomahan dalam menjaga benteng Ahlussunnah wal Jamaah.
Selaku tuan rumah dan perwakilan PCNU, KH M. Itqan juga menyampaikan permohonan maaf serta apresiasi setinggi-tingginya kepada para kiai, ibu nyai, santri, dan wali murid yang telah meluangkan waktu hadir.
"Mudah-mudahan melalui peringatan satu abad masehi ini, seluruh warga Nahdliyin, khususnya di Sampang, mendapatkan keberkahan dan kekuatan untuk terus berkontribusi bagi umat dan bangsa," pungkasnya.
Pantauan salsabilafm.com, acara yang berlangsung di tengah lingkungan pesantren ini juga diisi dengan pembacaan Ratib Syaikhona Kholil Bangkalan sebagai wasilah berdirinya NU. Suasana berubah menjadi haru dan penuh semangat saat Kiai Itqan mengajak hadirin mengangkat bendera NU sambil meneriakkan yel-yel kebanggaan. "Siapa kita?" teriaknya, yang dijawab kompak oleh jamaah, "NU!". (Mukrim)
Next News

Desa Terdampak Kekeringan di Pamekasan Diprediksi Bertambah, BPBD: Tunggu SK dari Bupati
7 hours ago

Sempat Hilang Dicuri Maling, Motor Milik Warga Pamekasan Akhirnya Kembali
7 hours ago

Kecam Pelecehan Seksual terhadap Anak, KOPRI PMII Sampang Desak Pelaku Dihukum Berat
8 hours ago

SPBU Arahkan Pengguna Jeriken Urus Rekomendasi, Disperta KP: Kalau Diperjualbelikan Kembali Kami Tolak
11 hours ago

Dinsos PPA Sampang Dampingi Korban Rudapaksa 27 Orang, Pastikan Hak Pendidikan Terpenuhi
11 hours ago

Pemkab Sampang Tunggu Petunjuk ESDM Jatim Tangani Sumur Bor Diduga Mengandung Gas
11 hours ago

Kantor Imigrasi Pamekasan Deportasi 5 WNA Asal Malaysia dan Pakistan
2 hours ago

Lahan Tembakau di Pamekasan Dirusak OTK, Petani Rugi Rp6,5 Juta
2 hours ago

Desak Polisi Tangkap 27 Pelaku Rudapaksa Anak, DPRD Sampang: Itu Tindakan Biadab
2 hours ago

Gerakan Indonesia Asri 2026 Diluncurkan di Sampang, Dorong Lingkungan Bersih dan Berkelanjutan
a day ago





