Krisis Sampah di Ketapang Sampang Belum Teratasi, Pemkab Siapkan TPA Baru di Pangerreman
Ach. Mukrim - Friday, 30 January 2026 | 06:56 AM


salsabilafm.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang, Jawa Timur, mengakui masih kesulitan menuntaskan persoalan sampah di wilayah Kecamatan Ketapang. Minimnya kesadaran warga hingga tata letak tempat pembuangan yang tidak strategis menjadi akar masalah yang tak kunjung usai di wilayah Pantura tersebut.
Camat Ketapang, Bambang Suharyadi, mengungkapkan, titik-titik pembuangan sampah saat ini justru banyak menumpuk di area sensitif, seperti jalan protokol dan lingkungan sekolah. Kondisi ini dinilai merusak estetika kota dan mengancam kesehatan masyarakat.
"Masalah sampah ini sulit karena penempatannya kurang strategis. Ada di jalan protokol dan dekat lembaga sekolah. Saya bahkan sudah membongkar tiga titik tempat sampah karena meresahkan," katanya, Jum'at (30/1/2026).
Bambang menyebut, kendala utama di lapangan adalah ketersediaan lahan untuk Tempat Pembuangan Sementara (TPS) di wilayah perkotaan. Selain itu, wilayah Ketapang hingga kini belum memiliki fasilitas Tempat Pengelolaan Sampah Reduce, Reuse, dan Recycle (TPS3R).
"Armada sebenarnya sudah cukup, tapi kita butuh TPS3R agar pengelolaan lebih terpadu. Saat ini pembuangan masih bertumpu pada TPA di Ketapang Timur," imbuhnya.
Merespons hal itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sampang, Yuliadi Setiyawan, tidak menampik bahwa masalah sampah di pesisir utara menjadi pekerjaan rumah yang belum tuntas. Dia menyebut secara formal memang belum ada skema baku pengelolaan sampah yang ideal di sana.
"Sampah ini memang salah satu masalah yang belum bisa kami selesaikan sepenuhnya. Kendalanya adalah titikannya belum ada secara formal bagaimana mempersyaratkan sebuah TPA," katanya.
Sebagai solusi jangka panjang, Pemkab Sampang telah mengantongi lahan pemberian dari instansi kehutanan di Desa Pangerreman untuk dijadikan TPA baru. Namun, fasilitas tersebut tidak bisa digunakan dalam waktu dekat.
Sambil menunggu TPA baru beroperasi, pihaknya meminta partisipasi aktif masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan dan menjaga kelestarian lingkungan di wilayah pesisir.
"Lahan di Pangerreman sudah ada dan diwacanakan baru bisa ditempati pada tahun 2027 mendatang," pungkasnya. (Mukrim)
Next News

Respons Isu Kenaikan BBM, Pemkab Sampang Godok Strategi Penghematan Energi
in 2 hours

Viral MBG Dibagikan Pakai Keranjang di Sampang, Kepala SPPG: Itu Inisiatif Warga
12 hours ago

Polisi Ringkus Pasutri Spesialis Curanmor di Sampang, Beraksi di 11 TKP
12 hours ago

Perahu Nelayan di Sumenep Tenggelam, Diduga Ditabrak Kapal Penumpang
12 hours ago

Viral, Emak-Emak Bonceng 3 Terlibat Kecelakaan di Bangkalan
13 hours ago

Buaya Muncul di Sungai Bangkalan, Petugas Pasang Perangkap
a day ago

Ibu dan Anak Dikabarkan Hilang, Sandal dan Tas Ditemukan di Tepi Sungai Tunjung
a day ago

Warung Makan dan Rumah Warga di Bangkalan Rusak Diterjang Angin Kencang
2 days ago

Pertamina Patra Niaga Tepis Isu Kenaikan Harga BBM: Itu Tidak Bisa Dipertanggung Jawabkan
2 days ago

Dukung PP Tunas, Dinsos PPPA Sampang Akan Bentuk Satgas Perlindugan Anak di Ruang Digital
2 days ago





