3 Sapi di Bangkalan Mati, Diduga Akibat Gejala PMK
Redaksi - Saturday, 31 January 2026 | 10:09 AM


salsabilafm.com - Sebanyak 3 ekor sapi di Kecamatan Galis, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur mati akibat mengalami gejala Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Peternak memilih menjual sapi sebab khawatir ternaknya tertular penyakit.
Muhlisin, salah satu peternak, mengaku sejak sebulan terakhir terdapat tiga sapi di Kecamatan Galis yang mati.
Sapi-sapi tersebut, kata dia, mengalami gejala PMK sebelum ditemukan mati di kandang.
"Punya tetangga itu, mulut melepuh kayak sariawan, luka di hidung seperti keluar lendir, lalu kakinya luka," ucapnya, Jumat (30/1/2026).
"Beberapa hari kemudian, tiba-tiba mati. Setelah itu, peternak lain juga mengalami hal serupa," sambungnya.
Melihat gejala PMK mulai menyerang, Muhlisin memilih menjual sapinya. Padahal, sebelum gejala itu muncul dia berencana membesarkan sapinya untuk dijual saat momen Idul adha.
"Daripada mati, saya memilih menjual sapi saat kondisi sehat. Harganya masih bagus, kalau dijual nanti malah bisa rusak harganya karena PMK," jelasnya.
Muhlisin mengaku sangat khawatir jika PMK tak segera ditangani, maka peternak akan mengalami kerugian besar akibat ternak mati.
"Sudah saya jual kemarin. Jadi sekarang saya cuma bisa nabung uang itu, sampai kondisi ini pulih dan bisa beli ternak lagi," ungkapnya.
Dia juga meminta agar pemerintah bisa bertindak cepat agar PMK tak lagi muncul. Sebab, pemberian vaksin hanya menunda penyakit bukan membasmi tuntas.
"Kami berharap, pemerintah serius menangani hal ini. Kenapa setiap menjelang Idul Adha, ternak selalu diteror dengan penyakit ini. Tolong carikan solusi supaya PMK tidak lagi muncul," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Peternakan Kabupaten Bangkalan, Drh Ali Makki, mengaku belum mendapatkan laporan kasus PMK. Sehingga, vaksinasi PMK akan dilakukan Februari.
"Mulai jalan nanti Februari. Itu sesuai road map dari Pemerintah Pusat, bulan vaksinasi akan dilakukan Februari sampai April dan akan diulang pada bulan Agustus-September," pungkasnya. (*)
Next News

Harumkan Sumenep, Gita Nada Idaman Al-Munawarah Raih Juara 2 WBL Marching Competition Season 5
16 hours ago

Balap Liar di JLS Sampang, 36 Sepeda Motor Diamankan Polisi
16 hours ago

Melihat Sampang dari Seberang Jalan: Menggugat Pendidikan dan Ruang Perempuan Lewat Diskusi Literasi
18 hours ago

MUI dan HMI Bangkalan Gelar Bedah Buku Etika Pengolahan Air Limbah
18 hours ago

Penginjak Alquran di Pamekasan Terancam 5 Tahun Penjara
18 hours ago

600 Ton Beras SPHP Diduga Dioplos, Kerugian Negara Capai Rp3,3 Miliar
18 hours ago

Pengurus Ranting dan Lembaga MWC NU Pulau Mandangin 2026-2031 Resmi Dilantik
18 hours ago

Warga Bangkalan Temukan Bayi Perempuan Menangis di Teras Toko
3 days ago

Pura-pura Tanya Alamat, Pria Tak Dikenal di Bangkalan Diduga Lecehkan Siswi
3 days ago

HCML Tuan Rumah GCM ke-336, Perkuat Koordinasi Pasokan Gas Jawa Timur–Jawa Tengah
3 days ago




