Selasa, 17 Maret 2026
Salsabila FM
Lintas Berita

Korban Petasan Rakitan di Pamekasan Diamputasi, RSUD Smart: Agar Tidak Infeksi

Redaksi - Tuesday, 17 March 2026 | 05:09 AM

Background
Korban Petasan Rakitan di Pamekasan Diamputasi, RSUD Smart: Agar Tidak Infeksi
Kondisi rumah rusak akibat lebaran. ( Istimewa/)

salsabilafm.com - Kaki kanan seorang pemuda berinisial B (20), warga Desa Tlesah, Kecamatan Tlanakan, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, terpaksa diamputasi setelah mengalami luka parah akibat ledakan petasan. Direktur RSUD Smart Pamekasan, Syaiful Hidayat mengatakan, kondisi kaki kanan korban hancur sehingga tidak dapat diselamatkan.


"Kaki kanannya sudah hancur. Tulang keringnya juga hancur dan harus diamputasi," kata Syaiful, Selasa (17/3/2026).


Dia menjelaskan, amputasi menjadi satu-satunya cara untuk mencegah infeksi yang berpotensi membahayakan kondisi korban.




Menurut Syaiful, tindakan amputasi dilakukan pada Senin (16/3/2026) setelah korban menjalani pemeriksaan di rumah sakit. Dia mengatakan, prosedur tersebut harus segera dilakukan agar infeksi tidak menyebar.


"Korban sedang di ruang bedah. Segera diamputasi agar tidak infeksi," katanya. 




Sejak dilarikan ke rumah sakit, korban terlebih dahulu dirawat di Unit Gawat Darurat (UGD). Hasil pemeriksaan menunjukkan kondisi korban secara umum stabil, meski mengalami luka serius pada kaki kanan. 


"Korban stabil, sadar dan bagus kondisinya, kecuali pada kaki kanannya," tuturnya.


Selain itu, beberapa bagian tubuh korban juga mengalami luka melepuh, namun masih dapat ditangani secara medis.




Sebelumnya, korban B bersama dua temannya berinisial F dan I diduga sedang merakit petasan di sebuah rumah kosong milik warga bernama Mideh di Desa Tlesah. Namun petasan tersebut tiba-tiba meledak saat mereka berada di dalam rumah.


Akibat ledakan itu, rumah milik Mideh mengalami kerusakan parah pada bagian atap dan sebagian temboknya runtuh. Dua korban lainnya mengalami luka ringan dan menjalani perawatan di rumah masing-masing. 




Kasi Humas Polres Pamekasan, Yoni Evan Pratama mengatakan, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan terkait peristiwa tersebut. 


"Kami masih mendalaminya. Beberapa saksi sudah kami periksa, termasuk F dan I," ujarnya.  (*)