Rabu, 18 Maret 2026
Salsabila FM
Lintas Berita

BHR Sampang Prediksi 1 Syawal 1447 H Jatuh pada Sabtu 21 Maret 2026

Ach. Mukrim - Wednesday, 18 March 2026 | 06:19 AM

Background
BHR Sampang Prediksi 1 Syawal 1447 H Jatuh pada Sabtu 21 Maret 2026
Ketua BHR Kabupaten Sampang, KH. Moh. Husaini. (Mukrim/Salsa/)

salsabilafm.com - Badan Hisab Rukyat (BHR) Kabupaten Sampang merilis hasil perhitungan matematis (hisab) terkait penentuan Hari Raya Idulfitri 1 Syawal 1447 Hijriah. Berdasarkan data posisi hilal, hari kemenangan umat Islam tersebut diprediksi akan jatuh pada Sabtu Pahing, 21 Maret 2026.


Ketua BHR Kabupaten Sampang, KH. Moh. Husaini, menjelaskan, peristiwa ijtimak atau konjungsi antara matahari dan bulan diperkirakan terjadi pada Kamis, 19 Maret 2026, pukul 08.26 WIB. Namun, saat matahari terbenam (ghurub) di hari tersebut, posisi hilal di wilayah Indonesia secara umum dinilai belum memenuhi kriteria baru MABIMS (Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura).


"Kriteria minimal awal bulan hijriah berdasarkan kesepakatan MABIMS dan PBNU adalah tinggi hilal 3 derajat dan elongasi 6,40 derajat. Sementara hasil hisab menunjukkan posisi hilal di sebagian besar wilayah Indonesia belum mencapai angka tersebut," jelasnya.




"Kami juga menggunakan berbagai pembanding dalam melakukan perhitungan, mulai dari kitab Irsyadul Murid, sistem Stellarium, hingga Qin Falaq demi mendapatkan data yang akurat," imbuhnya.


Sebagai gambaran, Husaini memaparkan variasi ketinggian hilal di sejumlah wilayah pada Kamis petang. Untuk kabupaten Sampang berada di 2 derajat 17 menit, Jakarta : 2 derajat 33 menit, Jayapura: 1 derajat 43 menit dan Aceh : 3 derajat dengan elongasi 6,11 derajat.




Menurutnya, meskipun data di Aceh telah mencapai ketinggian 3 derajat, namun nilai elongasinya masih di bawah syarat minimal 6,40 derajat. Kondisi inilah yang memperkuat prediksi bahwa bulan Ramadan akan digenapkan menjadi 30 hari (istikmal), sehingga Idulfitri jatuh pada hari Sabtu.


Husaini menegaskan, hasil hisab ini bersifat prediktif. Keputusan resmi tetap menunggu hasil Sidang Isbat yang akan digelar pemerintah melalui Kementerian Agama pada Kamis malam (19/3/2026) besok. Dia juga menambahkan, adanya peluang perbedaan jika terdapat perukyat yang berhasil melihat hilal di lapangan.


"Jika di suatu wilayah, misalnya Aceh, ada yang berhasil melihat hilal dan disumpah oleh Pengadilan Agama setempat, maka ada kemungkinan pemerintah memutuskan 1 Syawal jatuh lebih awal pada Jumat, 20 Maret 2026," pungkasnya. (Mukrim)