Senin, 4 Mei 2026
Salsabila FM
Lintas Berita

Pasangan Tunawicara di Bangkalan Dapat Bantuan Bedah Rumah, Maruarar Sirait: Ini Penerima Tepat Sasaran

Redaksi - Monday, 04 May 2026 | 05:25 AM

Background
Pasangan Tunawicara di Bangkalan Dapat Bantuan Bedah Rumah, Maruarar Sirait: Ini Penerima Tepat Sasaran
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait. ( Istimewa/)

salsabilafm.com  - Sepasang tunawicara di Desa Sukolilo Barat, Kecamatan Labang, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, tinggal di rumah tidak layak huni. Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, turun langsung meninjau lokasi tersebut.


Maruarar bersama rombongan dan anggota Komisi V DPR RI, Syafiuddin, dan anggota Banggar DPR RI, Ansari turun, mendatangi rumah calon penerima bantuan. Tak hanya pasangan tunawicara, rombongan juga meninjau rumah calon penerima bantuan lain yang menempati rumah tidak layak huni dan berpendapatan rendah.


"Ini betul-betul penerima bantuan yang tepat sasaran. Rumahnya tidak memiliki lantai dan kondisinya memang sangat tidak layak huni," ucap Maruarar, Minggu (3/5/2026). 




Dia mengatakan, bantuan perbaikan rumah melalui program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) itu juga diberikan pada 573 penerima bantuan di Bangkalan.


"Kami juga berterima kasih pada Pak Said Abdullah yang sudah mendukung dan Pak Dasco bersama teman-teman karena anggaran tahun ini bisa meningkat luar biasa," ungkapnya. 




Maruarar mengatakan, alokasi bedah rumah di Jawa Timur tahun ini meningkat tajam, yakni yang semula di tahun 2025 alokasi sebanyak 4.165 unit di tahun ini potensi alokasi mencapai 33.000 unit rumah.


Tak hanya itu, menurutnya sektor perumahan memiliki dampak yang luas bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat. Mulai dari pekerja bangunan, toko bangunan, developer, hingga penjual makanan di sekitar pembangunan rumah turut mendapatkan dampak.


"Itu menggerakkan ekosistem yang luar biasa. Mudah-mudahan akan menyumbangkan pertumbuhan ekonomi yang signifikan," ucapnya. 




Sementara itu, salah satu kerabat penerima bantuan, yakni Lusiana, mengatakan sejak puluhan tahun lalu kakaknya, Sahril, yang merupakan seorang tunawicara itu tak pernah dapat bantuan.


"Rumah ini dihuni oleh kakak saya bersama istrinya. Sama-sama tunawicara. Selain itu anaknya masih kecil juga tinggal di sini," ungkapnya.




Dia bersyukur rumah kakaknya bisa segera mendapatkan bantuan perbaikan. Sebab, selama ini kakaknya hanya menempati rumah sederhana yang kerap bocor saat hujan tiba. 


"Alhamdulillah, saya berterima kasih pada Pak Presiden Prabowo Subianto dan Pak Menteri yang sudah berkunjung ke sini dan memberikan bantuan," tuturnya. 


Sementara itu, anggota banggar DPR RI, Ansari mengatakan, pihaknya akan terus mengusahakan pengalokasian anggaran bantuan untuk masyarakat.




"Insyaallah kami akan terus usahakan selama itu tepat sasaran dan benar-benar untuk rakyat," singkatnya. 


Di lokasi yang sama, anggota Komisi V DPR RI, Syafiuddin, mengaku bersyukur Maruarar Sirait terjun langsung pada penerima bantuan. Hal itu, sekaligus untuk menunjukkan bahwa penerima bantuan tepat sasaran.




"Mudah-mudahan ini menjadi goodwill dari pemerintah pusat untuk ngopeni Madura bukan hanya sebatas bantuan-bantuan stimulan seperti BSPS dan lainnya," ucapnya.


"Namun, saya berharap bahwa pemerintah pusat juga nanti goodwill ini ditindaklanjuti dengan rencana-rencana strategis yang sudah tertera di Perpres 80 dan ada regulasi yang menjadi payung hukum terhadap percepatan pertumbuhan ekonomi di Madura," pungkasnya. (*)