Anggota TNI AL Asal Bangkalan Tewas di KRI Radjiman, Keluarga Ungkap Sejumlah Kejanggalan
Redaksi - Monday, 04 May 2026 | 06:41 AM


salsabilafm.com - Anggota TNI AL Kelasi Dua, Ghofirul Kasyfi (22) ditemukan meninggal dunia di kamarnya yang berada di dalam KRI Radjiman Wedyodiningrat. Jenazah dipulangkan ke rumahnya di Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, namun pihak keluarga melihat sejumlah kejanggalan.
Ayah Ghofirul, Mahbub Madani mengatakan, kejanggalan itu bermula sejak bulan Februari 2026 saat Ghofirul mendapatkan penempatan tugas di KRI Radjiman Wedyodiningrat.
Di kapal bantu rumah sakit itulah Ghofirul menjalani masa orientasi selama tiga bulan. Sejak mendapat penempatan tugas, pemuda yang akrab dipanggil Ovy ini sering mengirim pesan pada ibunya. Bahkan, sebulan setelah ditempatkan di kapal militer itu Ovy mengaku ingin pindah kapal.
"Anak saya mengaku dipukul seniornya. Bukan hanya satu tapi sampai puluhan orang," kata Mahbub, Senin (4/5/2026).
"Bahkan dia bilang tidak kuat dan ingin pindah ke kapal di Surabaya. Saat itu kapalnya dia di Jakarta," sambungnya.
Ovy juga kerap mengirim pesan pada keluarganya jika setiap hari dia hanya beristirahat selama 1 jam. Lalu, setiap malam Ovy mendapatkan penganiayaan di kapal tersebut.
"Ovy itu bilang kalau siang dia kerja dan malamnya dibantai. Dia selalu tidur jam 2 dan jam 3 sudah dibangunkan lagi. Anak saya juga kerap mengirim pesan minta tolong pada kami," ungkapnya.
Kejanggalan semakin terlihat pada akhir Maret ketika pihak keluarga didatangi dua orang yang mengaku sebagai senior Ovy.
Dua orang tersebut mengaku mencari Ovy karena diduga kabur dari kapalnya. "Dua orang itu mengaku komandan di kapalnya mencari anak saya. Katanya anak saya kabur dari kapal," ujarnya.
Namun, sehari setelah dua orang tersebut datang ke rumah keluarga, orangtua Ovy kembali mendapatkan telepon dari salah satu seniornya dan memberi tahu bahwa Ovy meninggal dunia.
"Anehnya, sehari setelahnya anak saya ditemukan meninggal dunia di dalam kamar di kapal tersebut. Padahal, kata mereka sebelumnya sudah digeledah di kamar dan anak saya tidak ada," katanya.
Tak hanya itu, pihak keluarga juga mendapatkan informasi bahwa pihak TNI AL menyatakan Ovy meninggal akibat bunuh diri.
"Bagi kami itu hal yang mustahil dilakukan anak saya. Dia itu orangnya tegar dan dia juga ikut bela diri jadi mentalnya cukup kuat. Pilihan bunuh diri bagi dia rasanya tidak mungkin," ungkapnya.
Kemudian, pada tanggal 27 April sekitar pukul 01.30 dini hari, jenazah Ovy tiba di rumah duka di Kabupaten Bangkalan.
Peti jenazah lalu dibuka sedikit untuk melihat wajah Ovy. "Di situ saya melihat wajah anak saya lebam-lebam. Itu sudah sangat aneh bagi saya," ujarnya.
Peti jenazah lalu dibuka utuh pada pagi hari sebelum dimakamkan. Keluarga lalu melihat banyak lebam di tubuh korban. Bahkan, bagian selangkangan korban mengeluarkan darah.
"Lebih aneh lagi, luka di leher anak saya itu di sini (leher bawah). Seharusnya, kalau memang bunuh diri, tali ke atas karena tubuhnya merosot ke bawah," kata Mahbub.
"Dan salah satu seniornya juga bilang lebam di tubuh anak saya itu bukan lebam tapi tanda lahir. Saya kenal anak saya dan tahu tubuh anak saya, dia tidak punya tanda lahir," ujarnya lagi.
Ayah korban juga mengaku mengamuk saat melihat tubuh anaknya mengalami lebam dan banyak kejanggalan atas kematian anaknya.
"Di situ saya bertekad ingin anak saya diotopsi," pungkas Mahbub. (*)
Next News

Tabrakan dengan Truk Molen, Microbus di Pamekasan Nyemplung ke Sawah
7 hours ago

Bupati Sampang: Dekopinda Mitra Strategis Pemerintah Daerah Kawal Koperasi Desa Merah Putih
6 hours ago

Kunjungi Radio Salsabila FM, Klinik Mata Sampang Tawarkan Program Edukasi Kesehatan Mata
6 hours ago

Pasangan Tunawicara di Bangkalan Dapat Bantuan Bedah Rumah, Maruarar Sirait: Ini Penerima Tepat Sasaran
8 hours ago

Perpustakaan Sampang Minim Fasilitas Disabilitas, Koleksi Braille Mulai Disediakan
10 hours ago

Terdampak Efisiensi, Payung Elektrik Alun-Alun Trunojoyo Sampang Beroperasi Terbatas
10 hours ago

Bersama Pertamina Patra Niaga, Pesanggrahan Tumbuh Menuju Kampung Berkelanjutan
4 hours ago

Data Kekeringan Belum Lengkap, BPBD Sampang Belum Bisa Pastikan Jumlah Bantuan Air
a day ago

Pasar Hewan di Pamekasan Ramai Jelang Idul Adha, Harga Sapi Tembus Rp35 Juta
a day ago

7 Kecamatan di Sampang Masuk Kategori Rawan Bencana Saat Pancaroba
a day ago





