Minggu, 1 Februari 2026
Salsabila FM
Lintas Berita

Peringati Harlah 100 Tahun Nahdlatul Ulama, MWC NU Sampang Gelar Cek Kesehatan Gratis

Redaksi - Saturday, 31 January 2026 | 01:58 AM

Background
Peringati Harlah 100 Tahun Nahdlatul Ulama, MWC NU Sampang Gelar Cek Kesehatan Gratis
Kegiatan CKG di PP Attanwir. ( Istimewa/)

salsabilafm.com  – Dalam rangka memperingati Harlah ke 100 tahun NU, Pengurus  Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kabupaten Sampang menggelar Cek Kesehatan Gratis (CKG). Kegiatan ini bekerjasama dengan bekerjasama dengan puskesmas Banyuanyar dan Puskesmas Kamoning. 


Dua lokasi yang ditempati CKG adalah depan Pondok Pesantren Putri Attanwir, kelurahan Rongtengah, dan PP. Darut Tauhid Injelan, Desa Panggung. 


Kegiatan cek Kesehatan gratis serentak digelar pada Sabtu (31/1/2026) atas instruksi PCNU Sampang kepada 14 MWCNU se Kabupaten Sampang.


dr, Rofik, mewakili puskesmas Banyuanyar, sangat mengapresiasi adanya Cek Kesehatan Gratis (CKG) ini. Ditambah, banyak santri dan masyarakat umum sangat antusias sejak kegiatan ini dimulai.


"Kalau targetnya gak ada, cuma hampir setengah hari ini sudah ada 100 pelajar lebih, dan ada beberapa dari masyarakat umum," ucapnya. 


Rafik menjelaskan, pada kegiatan CKG ini, Puskesmas Banyuanyar menerjunkan 11 petugas. Dengan rincian, 1 Dokter, dan 10 lainnya adalah perawat dan kader puskesmas. 


Disampaikan, mekanisme dalam kegiatan Cek Kesehatan Gratis ini cukup mudah. Peserta hanya perlu membawa Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK), dan bagi para santri cukup menunjukkan kartu pelajar, untuk dapat memperoleh layanan pemeriksaan kesehatan secara gratis.


"Mekanismenya mudah sekali, untuk masyarakat yang berumur 17 keatas cukup membawa KTP nya, atau pakai kartu pelajar bisa juga, bagi para santri", katanya.


Melalui (CKG) yang diselenggarakan MWC NU dan pukesmas Banyuanyar ini, pihaknya berharap dapat manfaat nyata bagi masyarakat dan santri khususnya. 

"Karena ini sangat membantu dalam memantau dan menjaga kondisi kesehatan, khususnya di lingkungan pondok pesantren dan Nahdlatul ulama yang telah memasuki usia satu abad ini," pungkasnya. (Bad)