Niat Puasa Qadha Ramadan: Bacaan Latin, Arti, dan Aturan Pelaksanaannya
Fajar - Wednesday, 28 January 2026 | 01:00 PM


Puasa Ramadan adalah kewajiban fundamental bagi setiap Muslim yang memenuhi syarat. Namun, syariat Islam memberikan keringanan bagi mereka yang memiliki uzur syar'i seperti sakit, perjalanan jauh (musafir), haid, atau nifas untuk tidak berpuasa. Sebagai gantinya, mereka wajib melakukan puasa qadha atau puasa ganti di luar bulan Ramadan.
Mengingat saat ini kita mulai mendekati bulan suci berikutnya, penting bagi setiap individu untuk segera melunasi utang puasa tersebut. Berdasarkan prediksi mengenai Kapan Ramadan 2026?, waktu yang tersisa untuk membayar utang puasa tahun lalu menjadi semakin terbatas.
Hukum Puasa Qadha Ramadan
Hukum melaksanakan puasa qadha adalah wajib. Hal ini didasarkan pada dalil Al-Qur'an surat Al-Baqarah ayat 184 yang menyatakan bahwa barangsiapa yang sakit atau dalam perjalanan, maka wajib menggantinya sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain.
Kewajiban ini bersifat utang kepada Allah SWT yang harus dilunasi sebelum datangnya Ramadan tahun berikutnya. Meskipun boleh ditunda, menyegerakan qadha puasa sangat dianjurkan agar beban kewajiban segera terangkat sebelum memasuki siklus Ramadan 1447 Hijriah yang diperkirakan jatuh pada Februari 2026.
Bacaan Niat Puasa Ganti Ramadan
Niat merupakan rukun ibadah yang paling mendasar. Berbeda dengan puasa sunnah yang niatnya boleh dilakukan setelah terbit fajar (selama belum makan atau minum), niat puasa qadha wajib dilakukan pada malam hari atau sebelum waktu subuh tiba (tabyit).
Berikut adalah bacaan niat puasa ganti Ramadan dalam bahasa Arab, Latin, dan artinya:
Bacaan Arab:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ لِلهِ تَعَالَى
Bacaan Latin:
Nawaitu shauma ghadin 'an qadhā'i fardhi syahri Ramadhāna lillâhi ta'ālā.
Artinya:
"Aku berniat mengqadha puasa fardu bulan Ramadan esok hari karena Allah Ta'ala."
Niat ini cukup diucapkan di dalam hati dengan penuh kesadaran untuk mengganti utang puasa yang telah lalu.
Tata Cara dan Aturan Pelaksanaan
Secara teknis, pelaksanaan puasa qadha sama persis dengan puasa Ramadan pada umumnya, yaitu menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa mulai dari terbit fajar hingga terbenamnya matahari. Namun, ada beberapa aturan spesifik yang perlu diperhatikan:
- Urutan Pelaksanaan: Puasa qadha tidak wajib dilakukan secara berurutan. Seseorang boleh mencicil utang puasanya secara terpisah, misalnya dilakukan setiap hari Senin dan Kamis atau pada hari-hari lain yang memungkinkan secara fisik.
- Batas Waktu: Batas akhir melaksanakan puasa qadha adalah sebelum masuknya bulan Ramadan tahun berikutnya. Berdasarkan hitungan kalender, Anda memiliki waktu hingga pertengahan Februari 2026 sebelum memasuki bulan suci yang baru.
- Membatalkan Puasa Qadha: Karena kedudukannya sama dengan puasa fardu, membatalkan puasa qadha tanpa alasan yang darurat hukumnya adalah dilarang (haram).
Hukum Menggabungkan Niat (Tasyrik)
Sering muncul pertanyaan apakah boleh menggabungkan niat puasa qadha dengan puasa sunnah, seperti puasa Senin-Kamis atau puasa Daud.
Menurut mayoritas ulama, jika seseorang melakukan puasa dengan niat qadha pada hari-hari sunnah tersebut, maka utang puasa wajibnya gugur dan ia tetap mendapatkan pahala kesunnahan hari tersebut secara otomatis. Namun, niat utama yang harus dilafalkan adalah niat puasa qadha. Sebaliknya, jika niatnya hanya puasa sunnah, maka utang puasa wajibnya belum dianggap terbayar.
Mengapa Harus Segera Dilunasi?
Menunda-nunda membayar utang puasa hingga mendekati batas akhir sangat tidak dianjurkan. Selain risiko lupa jumlah hari yang ditinggalkan, kesehatan fisik yang tidak menentu bisa menjadi penghalang di kemudian hari. Dengan mengetahui bahwa awal puasa tahun ini diprediksi jatuh pada Selasa, 17 Februari 2026 atau Rabu, 18 Februari 2026, Anda dapat membuat jadwal pribadi agar utang puasa lunas sebelum bulan Januari berakhir.
Jika seseorang menunda qadha hingga Ramadan berikutnya tiba tanpa uzur yang sah, maka menurut sebagian besar ulama, ia wajib mengqadha sekaligus membayar fidyah sebagai denda.
Kesimpulan
Mengganti utang puasa Ramadan adalah bentuk ketaatan dan tanggung jawab seorang hamba. Dengan memahami niat yang benar serta tata cara pelaksanaannya, ibadah qadha dapat dijalankan dengan lebih tenang dan sah secara syariat.
Segerakanlah membayar utang puasa Anda. Untuk membantu perencanaan ibadah Anda sepanjang tahun ini, pastikan Anda juga menyimak artikel mengenai Kapan Ramadan 2026? agar persiapan spiritual dan fisik Anda lebih maksimal.
Next News

Cara Membayar Fidyah Puasa: Ketentuan Bagi Orang Sakit, Lansia, dan Ibu Hamil
18 hours ago

Puasa Rajab: Panduan Lengkap Kapan Mulai, Niat & Doa Buka
a month ago

Ka'bah: Titik Terlarang di Udara Bagi Semua Pesawat
a month ago





