Rabu, 18 Februari 2026
Salsabila FM
Religi

KH. Ahmad Bushiri Nawawi dan Syiir Berbahasa Madura Karyanya yang Memorable

Redaksi - Wednesday, 18 February 2026 | 06:32 AM

Background
KH. Ahmad Bushiri Nawawi dan  Syiir  Berbahasa Madura Karyanya yang Memorable
KH. Ahmad Bushiri Nawawi. (dokumentasi PP. Assirojiyyah Kajuk/)

Oleh : Hasani Utsman


Seorang warga Madura perantauan mengaku tiba-tiba dilanda rindu kepada kampung halamannya di Sampang, terutama di bulan Ramadan, ketika dan setelah ia mendengarkan syiir berbahasa Madura dalam bentuk rekaman karya KH. Ahmad Bushiri Nawawi, Kajuk Sampang. Masa kecil perantau itu memang sebagian diisi dengan mendengarkan syiir yang dibacakan dengan pengeras suara di sebuah musala di Kota Sampang tentang puasa, yang diawali dengan bait: "Asma Allo sè asèfat bellâs tor asè, Kaulâ mojhi kodhu ngangghuy atè sè bhersè, atau, Asma Alloh yang bersifat Pengasih lagi Penyayang, kami memuuji harus menggunakan hati yang bersih." Dalam bentuk rekaman audio dengan lagu yang khas, mengikuti langgam dari penulisnya, syiir dengan vocal Agus Amin Pontianak dkk. Rekaman yang diputar di Radio Salsabila selepas waktu berbuka puasa hingga menjelang waktu isyak.    


Kyai Bushiri merupakan pendiri Pondok Pesantren Assirojiyyah Kajuk di tengah kota Sampang. Dalam Biografi KH. Ahmad Busiri Nawawi (1345-1426-H/ 1927-2005-M) tulisan KH. Sholahur Rabbani disebutkan, Kyai Bushiri dilahirkan di kampung Kajuk, kota Sampang pada hari Senin tanggal 13 Rajab tahun 1345-H, atau bertepatan dengan tanggal 17 Januari, tahun 1927-M. Ayahnya bernama Kyai Abdurrahman putra Abdurrahim bin Aslim yang atas permintaan Kyai Nawawi Sepuh Sidogiri ketika bertemu di Tanah Suci, nama Abdurrahman diganti menjadi nama Nawawi. Namanya Abdurrahman diganti menjadi Nawawi, kata Kyai Nawawi Sepuh Sidogiri, supaya Kyai Abdurrahman Kajuk berkumpul dengan dirinya kelak di akhirat. Ayah Kyai Abdurrahman atau Kyai Nawawi Kajuk adalah Kyai Abdurrahim yang pada masanya hidupnya dikenal sebagai seorang yang ahli membaca mamacah atau macopat  yang berisi cerita nabi dan dilagukan dengan langgam tertentu.


Ibu dari Kyai Bushiri adalah Nyai Rohmah, seorang pengajar al-Qur'an dan pengajar kitab dengan makna bahasa Jawa. Kyai Bushiri sempat bertanya kepada ibundanya. "Mengapa tidak diberi makna Madura saja?" Nyai Rohmah kemudian memberikan jawaban. "Mengajar mengikuti guru saya (menggunakan bahasa Jawa) dan yang penting santri saya faham terhadap apa yang saya terangkan." Nyai Rohmah membaca Al-Barzanji, Maulid Ad-Diba'i dengan suaranya yang khas dan lagu ciptaannya sendiri.


Kyai Bushiri banyak mendapatkan pendidikan dasar-dasar keislaman dari ibundanya karena Kyai Nawawi wafat ketika Kyai Bushiri dalam usia belum sepuluh tahun. Terhitung sejak tahun 1938-M, Kyai Bushiri dipondokkan ke tanah Jawa, berguru kepada para ulama besar, pada awalnya ke Pondok Pesantren Sidogiri Pasuruan. Di pesantren tersebut hanya beberapa bulan saja, karena atas perintah KH. Abdul Jalil, pengasuh Sidogiri ketika itu, Kyai Bushiri diminta menyantri kepada Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy'ari di Pondok Pesantren Tebuireng Jombang sampai menyelesaikan pendidikan madrasah dasar, kemudian diminta kembali ke Sidogiri setelah itu.


Setelah dari Pondok Pesantren Tebuireng Kyai Bushiri sempat menyantri di Pondok Pesantren Lirboyo beberapa hari saja kemudian berpindah, menyantri kepada KH. Muhammad Ihsan bin Dahlan di Pondok Pesantren Jampes yang diasuh oleh ulama dan penulis kitab monumental, yaitu kitab Sirajut Thaalibin komentar atas kitab Minhajul 'Abidin karya Imam al Ghazali. Setelah beberapa tahun di Jampes, Kyai Bushiri kembali ke Sidogiri yang telah diasuh oleh KH. Cholil Nawawi pasca wafatnya Kyai Abdul Jalil, Kyai Bushiri di Sidogiri sampai tahun 1958-M. Di beberapa pesantren yang tidak hanya digunakan mengaji kitab tetapi juga digunakan oleh Kyai Bushiri berjuang melawan kolonial Belanda, terutama dalam agresi Belanda yang kedua. 


Di samping aktivitas membimbing santri di Pondok Pesantren Assirojiyyah, berdakwah di tengah-tengah masyarakat, menjadi pengurus Nahdlatul Ulama (NU) dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) hingga sebagai Penasehat Angkatan 1945. Kyai Bushiri di waktu luangnya, terutama ketika aktivitas belajar mengajar di pesantren sedang libur, seperti di sepuluh terakhir bulan Ramadhan, melakukan aktivitas menulis kitab seperti kitab Ar Risalah berisi tentang salat dan puasa yang ditulis dengan bahasa yang mudah difaham dan disusun dalam bentuk syiir yang dilagukan sehingga diharapkan lebih di senangi pembacanya utamanya orang awam. Kitab Burdah lil Imam Busiri yang merupakan terjemahan. Disamping itu kitab I'anatut 'Awam tentang akidah, kitab Al-Itqon fi ilmi at-Tajwiid tentang tajwid, Kitab Ar Risalatu fi Arkaniddin li Tashil Al- 'abidiin tentang dasar dasar akidah dan amaliyah sehari hari, serta kitab kumpulan syiir-syiir yang biasa dibaca dalam ragam kesempatan, seperti dalam majelis taklim, kumpulan sebagian dimuat dalam Mathali' al-Anwar min Aurad al-Hukama' al-Akhyar yang disusun oleh Kyai Ahmad Bushiri Nawawi:


"Allohumma sholli 'ala Muhammad, wa 'alaihi wa shohbihu wattabi'in

Wâjib sokkor ḍâ' ka Alloh Robbul 'aalamin, kaparèngan iman ḍâddhi orèng mo'mèn 

Tanḍhâ sokkor ajâgâ èbâḍâna, ta' sampè' talèḍur teppa' è bâktona

Istiqoma kahânanna kamoljâ'ân, iman kowat salamet ḍâri ghuḍhâ'ân

Syaiton nyobhâ ḍâ' manossa maju mondur, bilâ loppa manossa lajhu gheddhur

Ajhebbhur ḍâ' hâwâ napso sè jhubâ', ta' mèkkèraghi calaka'en abâ' 

Yâ Alloh kaulâ nyo'on pangapora, elang dhusa ta' sampè, dhâddhi nyangsara

Yâ Alloh sè asèfat bellâs tor asè, moghâ kaulâ kaparèngan dhâddhi rèng saè

Ahèr èpon kaparèng husnol khotimah, ngèbâ iman tanḍhâ amal katarèma 

Du tarètan èbâḍâna pangastètè, sè ngèlangngaghi ḍâ' ghânjhârânna ngabhâktè

Kadhi rèya 'ujub sum'ah takabbur , kabâḍâ'ânna ta' tennang lajhu kabur

Moghâ sadhâjâ panyo'on ètarèma, bherkana kanjeng Nabbhi nata aghâma

Ya Alloh Ya Rohman Ya Rohim, Farhamna Ya Arhamar Roohimin."


Artinya: 


"Ya Alloh limpahkanlah rahmat ta'dzim atas Nabi Muhammad, juga kepada keluarga, sahabat beliau dan para pengikut. Wajib syukur kepada Alloh Rabbul 'Aalamin, atas anugerah dijadikan orang mukmin. Tanda syukur adalah menjaga ibadah, tepat waktu jangan sampai teledor. Istikamah wujud kemuliaan, iman kuat selamat dari gangguan. Setan maju mundur mengganggu manusia, ketika manusia lupa kemudian lemas. Menceburkan diri ke dalam hawa nafsu yang jelek, tidak berpikir tentang celakanya diri. Ya Alloh kami mohon maaf, hilangkan dosa kami, tidak sampai kami dibuat sengsara. Ya Alloh yang mempunyai sifat Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, anugerahi kami menjadi manusia yang baik. Aanugerahi hidup kami husnul khatimah, membawa iman tanda amal diterima. Wahai saudara, berhati-hatilah dalam beribadah, dari yang membuat hilang pahalanya berbakti, seperti riya' 'ujub sum'ah takabbur, kondisi tak tenang kemudian kabur. Semoga semua permintaan diterima, berkat Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam yang menata agama. Ya Alloh yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, kasihanilah kami duh Dzat Yang maha Penyayang." 


Asma Allo sè asèfat bellâs tor asè, kaulâ mojhi kodhu ngangghuy atè sè bhersè

Mogha Katambeennah rahmat sareng salam, kanjeng Nabi Muhammad pemimpin alam

Jugha kasadhejeh familinah, serta shobahat se deddih kekasenah 

Ekakdintoh notoraghinah bab pasah, sittung ibada lakonah kodhuh epaksah 

Wajib oneng syarat rukun ibadanah, sopajeh sah ngaolle de' genjernah 

Nampanih pasah sampornah bulan sya'banah, otaba ru'yah neng hakim putusnah 

Syarat epon pasah badah tello' barnanah, islam mukallaf ben kuat apasah 

Mongghu oreng gerring hamil sonyosoin, talebet toanah omor e akuin

Fardhonah pasah paneka dua' barnanah, aniat shoim e wektoh malemmah

Nyegghe se abattalaki deri fajjar, sampe' sorop areh buka kothuh kejar

Rosakeh pasah panika sapolo barnah, kamaso'an bharang dalam bhang lobangah 

Malebbuh tambanah darih jalan dua'anh, ngota sajjeh sareng jimak siang arenah

Makaluar aing mani haid nifas, kayala murtad de' ka Alloh sangat mapas

E dhalam apasah tello' se esunataki, bileh nyatah manjhing bukah kasusuaki

Ngaheraki saor je' sampe' taledor, ajheuin ngoca' rusu pandang kotor

Oreng se apasah kothuh panggasteteh, se ngilangaki de' ganjarnah ngabekteh

Akathih omongan kanda' rasan jhuba', afitnah ngadduh ta' niser ka aba'

Sompa magmus amandang kalaban syahwat, merangi nafsu jhuba' kodhuh koat 

Manabi tobang pasanah wejib qadha', sareng ammud pasah taparagguh 

Mogha kaulah se apasah e taremah, deddih oreng utamah husnul khotimah, 

Amin Amin Amin Amin Amin Amin, Amin amin amin ya robbal 'aalamin. 


Artinya:


"Asma Alloh yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang, hamba memuji menggunakan hati yang yang bersih. Semoga senantiasa bertambah rahmat dan salam, untuk Gusti Kanjeng Nabi pemimpin alam, juga untuk semua keluarga Nabi, para sahabat yang menjadi kekasih. Di sini akan disampaikan bab puasa, suatu ibadah yang pekerjaannya harus dipaksa. Wajib tahu syarat ibadah puasa, agar memperoleh pahalanya. Menerima puasa setelah bulan Sya'ban yang sempurna, atau ru'yah yang ada di hakim keputusannya. Syarat puasa ada tiga macam warnanya, Islam mukallaf dan kuat berpuasa. Orang hamil menyususi sudah sangat tua diakui. Fardhu puasa ada dua warnanya, niat puasa di waktu malam harinya, mencegah dari yang membatalkan semenjak fajar, sampai mata hari terbenam berbuka puasa harus dikejar. Rusaknya puasa ada sepuluh warnanya, kemasukan barang di lubang-lubang pada tubuhnya. Memasukkan tambahan dari dua lubang, muntah dengan sengaja dan berjimak di siang hari. Mengeluarkan air mani haidh dan nifas, murtad kepada Alloh sangat tidak pantas. Dalam puasa ada tiga yang disunatkan, ketika nyata waktu berbuka sudah masuk, berbuka disegerakan. Mengakhirkan sahur jangan sampai taledor, menghindari bicara jorok dan pandangan kotor. Orang yang berpuasa harus hati-hati, terhadap sesuatu yang bisa menghilangkan pahala berbakti, seperti bicara gosip jelek, fitnah adu domba tidak sayang kepada diri, sumpah maghmus melihat dengan syahwat, dalam urusan memerangi nafsu jelek harus kuat. Kalau bolong maka puasa harus diqadha', beserta mud puasa taparagguh. Semoga kita yang berpuasa diterima, menjadi orang yang husnul khatimah."


Amin Amin Amin ya Robbal 'Aalamin.