Fenomena Astronomi Februari 2026: Puncak Hujan Meteor dan Fase Bulan
Fajar - Monday, 02 February 2026 | 06:34 PM


salsabilafm.com - Memasuki bulan Februari 2026, para pengamat langit disuguhkan dengan berbagai peristiwa mekanika surgawi. Ketepatan waktu dalam astronomi sangat krusial karena pergeseran posisi benda langit terjadi dalam hitungan jam. Berikut adalah jadwal hasil verifikasi ulang untuk fenomena langit sepanjang Februari 2026.
1. Bulan Purnama (Snow Moon): 2 Februari 2026
Bulan akan mencapai fase penuh atau purnama pada tanggal 2 Februari 2026. Pada saat ini, Bulan berada di titik oposisi terhadap Matahari, sehingga seluruh permukaannya yang menghadap Bumi akan terpapar cahaya matahari secara penuh. Fenomena ini dapat diamati sepanjang malam sejak Matahari terbenam hingga fajar keesokan harinya.
2. Puncak Hujan Meteor Alpha Centaurid: 8 Februari 2026
Hujan meteor Alpha Centaurid adalah salah satu peristiwa tahunan yang puncaknya jatuh pada tanggal 8 Februari. Bagi pengamat di Indonesia (belahan bumi selatan/ekuator), fenomena ini cukup menjanjikan karena radiannya (titik asal meteor) berada di rasi bintang Centaurus yang terlihat tinggi di langit selatan.
- Waktu Pengamatan: Mulai pukul 23.00 WIB hingga menjelang subuh.
- Intensitas: Sekitar 6 meteor per jam dalam kondisi langit sangat gelap.
3. Bulan pada Titik Apoge: 11 Februari 2026
Berbeda dengan perige (jarak terdekat), pada tanggal 11 Februari 2026, Bulan akan mencapai titik Apoge, yaitu titik terjauh dalam orbitnya terhadap Bumi. Hal ini mengakibatkan Bulan tampak sedikit lebih kecil dari ukuran rata-ratanya jika diamati melalui alat optik.
4. Bulan Baru (New Moon): 17 Februari 2026
Fase Bulan Baru akan terjadi pada 17 Februari 2026. Ini adalah momen di mana posisi Bulan berada di antara Bumi dan Matahari, sehingga sisi yang menghadap Bumi tidak mendapatkan cahaya.
- Urgensi: Tanggal ini adalah waktu emas bagi para astrofotografer. Tanpa gangguan cahaya Bulan, objek redup seperti Galaksi Andromeda atau Nebula Orion akan terlihat jauh lebih kontras dan jelas melalui teleskop.
5. Konjungsi Bulan dan Mars: 22 Februari 2026
Mendekati akhir bulan, tepatnya pada tanggal 22 Februari 2026, akan terjadi fenomena konjungsi di mana Bulan sabit dan Planet Mars akan tampak berdekatan di langit malam. Keduanya akan berada di rasi bintang yang sama dan dapat diamati dengan mata telanjang setelah Matahari terbenam.
Panduan Teknis Observasi
Agar pengamatan Anda sukses pada tanggal-tanggal di atas, perhatikan hal teknis berikut:
- Adaptasi Gelap: Mata manusia memerlukan waktu sekitar 20 menit untuk beradaptasi dengan kegelapan agar dapat melihat cahaya meteor yang redup.
- Polusi Cahaya: Lokasi pengamatan sangat menentukan. Jarak pandang di kota besar akan jauh berkurang dibandingkan daerah pedesaan atau pegunungan.
- Alat Bantu: Untuk melihat kawah Bulan pada 2 Februari atau rona merah Mars pada 22 Februari, gunakan binokular minimal ukuran 10x50.
Next News

Hasani Utsman Gunakan Metode Sains dan Filsafat dalam Menulis tentang Humor Madura
a year ago

Ratusan Siswa Kunjungi Campus Expo 2025 di GOR Indoor Sampang
a year ago

Tersinggung, Remaja di Sumenep Ancam dan Bakar Motor Guru
a year ago

Said Abdullah Bantah Tudingan Money Politik di Pilkada Sumenep
a year ago

Korban Sambaran Petir di Sumenep Bertambah
a year ago

Gegara Konten Tiktok, Suami di Sumenep Aniaya Istri Hingga Tewas
a year ago

Dituduh Lakukan Penipuan, Begini Penjelasan BRI Cabang Sumenep
a year ago

Bupati Sumenep Larang ASN Libur Tahun Baru
a year ago

Bocah Meninggal Saat Mandi di Kolam Renang Wisata Taman Tectona
a year ago

Polisi Tangkap Pelaku Pembuangan Bayi di Sumenep
a year ago





