Pecinta Budaya Kerapan Sapi Akan Demo Disporabudpar Sampang, Ini Sebabnya
Ach. Mukrim - Wednesday, 24 July 2024 | 12:53 PM


salsabilafm.com- Sejumlah pemilik dan pecinta budaya kerapan sapi di Kabupaten Sampang berencana akan melakukan aksi demo di Kantor Disporabudpar. Rencana itu dilakukan sebagai bentuk protes jika Dinas terkait tidak segera merespon keluhannya.
Dari pantaun Salsabilafm.com, Rabu (24/7/2024), mereka mendatangi kantor Disporabudpar mengeluhkan banyaknya kejanggalan pada proses lomba kerapan sapi tingkat kewedanan menuju tingkat Kabupaten yang biasa digelar setiap bulan Agustus.
Sebelumnya, pada Selasa (22/7/2024), mereka juga telah mendatangi kantor Disporabudpar Sampang untuk menanyakan peran dan tanggung jawab Disporabudpar terhadap lomba tersebut.
Mas'ud, salah satu pencinta budaya kerapan sapi sekaligus pemilik sapi kerap ternama di Sampang, mengatakan, dirinya bersama pemilik dan pecinta kerapan sapi akan menggelar aksi demonstrasi apabila aduan atau keluhannya tidak ditanggapi positif.
"Saya tunggu hingga akhir bulan Juli ini tindak lanjut keluhan kami. Apabila tidak ada hasil positif, kami akan menggelar aksi demonstrasi ke kantor Disporabudpar dan Pendopo Trunojoyo Bupati Sampang" ujarnya.
Pihaknya berharap, Dalam waktu dekat ini Disporabudpar bisa memanggil dan mengevaluasi peserta hingga panitia pelaksana lomba kerapan sapi.
Dia juga mengungkapkan kejanggalan tersebut. Di antaranya, tidak ada transparansi anggaran dan seleksi peserta kerapan sapi. Di mana Kecamatan Torjun, Kedungdung dan Ketapang diketahui tanpa adanya seleksi. Masing-masing kecamatan telah ditunjuk 6 peserta pasangan sapi kerap dengan bukti nomor peserta.
"Jadi lomba kerapan sapi tingkat kewedanan menuju tingkat kabupaten yang biasa digelar Agustus mendatang terindikasi kuat atas adanya manipulasi lomba," tuturnya.
Selain itu, kata dia dugaan kuat bentuk pungli jual beli nomor peserta di tingkat Kabupaten terendus sekitar tiga juta rupiah.
"Sedangkan untuk tingkat Kabupaten pesertanya terbatas, maksimal 24 pasang sapi kerap saja," terangnya.
Sementara, Sekretaris Disporabudpar, Didik Setyadi mengaku tidak bisa mengambil keputusan cepat. Namun, ia berjanji akan menindaklanjuti aduan tersebut.
"Secepatnya kami akan melapor ke Kadisporabudpar untuk segera di tanggapi serius," pungkasnya. (Mukrim)
Next News

Sorotan BPK Terhadap Aset Lapas Cibinong: Pemanfaatan Lahan Negara Wajib Tercatat Resmi
a month ago

Menunggu Daftar Resmi Penghuni Sel Mewah Cibinong: Mengapa Nama Harvey Moeis dan Heru Hidayat Mencuat?
a month ago

Memperketat Pengawasan Internal: Tindakan Disiplin Kemenimipas Terhadap Oknum Petugas Pemasyarakatan
a month ago

Pemeriksaan Internal Kemenimipas: Kalapas Cibinong Bebas Tugas, Pengunduran Diri Dirjenpas Disorot
a month ago

Buntut Temuan Foto Jimmy Masrin di Lapas Cibinong, Ditjenpas Berikan Klarifikasi Resmi
a month ago

Kasus Korupsi Asabri dan Jiwasraya: Heru Hidayat Diduga Masuk Daftar Penghuni Sel Mewah Lapas Cibinong
a month ago

Ombudsman Temukan Klaster Mewah di Lapas Cibinong, Nama Harvey Moeis Turut Terseret
a month ago

PCNU Sampang Minta Kejaksaan Tak Masuk Angin Tangani Kasus Rudapaksa Anak
3 months ago

Dinsos-PPA: Hasil Pemeriksaan Sementara Menunjukkan Korban Rudapaksa 27 Pelaku di Sampang Tidak Hamil
3 months ago

Kasus Rudapaksa Anak Jadi Alarm, MUI Sampang Desak Pemerintah Evaluasi Sistem Perlindungan Korban
4 months ago





