Paus 4 Meter Terdampar di Pantai Sumenep, Nelayan Evakuasi ke Tengah Laut
Redaksi - Monday, 25 May 2026 | 05:49 AM


salsabilafm.com - Video warga mengevakuasi seekor ikan paus sepanjang sekitar empat meter di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, beredar di media sosial, Senin (25/5/2026).
Dalam video berdurasi 45 detik itu, tampak sejumlah warga dan nelayan berusaha menarik paus ke tengah laut. Sebuah tali diikatkan pada bagian ekor paus, sebelum ditarik menggunakan perahu.
Diketahui, paus tersebut terdampar di pesisir Dusun Sabua, Desa Pajanangger, Kecamatan Arjasa, Pulau Kangean, Kabupaten Sumenep.
Herman, warga yang terlihat dalam video memegang ekor paus, mengatakan, pertama kali ikan paus itu ditemukan nelayan pada Selasa (19/5/2026) malam.
Saat itu nelayan sedang memancing menggunakan perahu kecil di sekitar lokasi perairan dangkal dekat pantai. Namun, nelayan yang menemukan paus tidak berani mendekat karena kondisi malam dan ombak.
"Nelayan yang lihat pertama kali takut mendekat, karena malam," katanya
Keesokan harinya, Rabu (20/5/2026) pagi, lokasi paus terdampar mulai ramai didatangi warga. Bahkan, banyak anak-anak bermain di sekitar paus tersebut.
"Pagi harinya sudah ramai. Banyak anak-anak juga datang lihat paus," tambahnya.
Kemudian warga dan nelayan berusaha mengevakuasi paus itu agar bisa kembali ke laut lepas. Upaya pertama dilakukan pada Kamis (21/5/2026) sore.
Saat itu, ekor paus diikat menggunakan tali, lalu ditarik memakai dua perahu, yakni satu kapal bermesin dan satu perahu tanpa mesin. Namun, proses evakuasi tidak berjalan mudah.
Paus tersebut terus bergerak dan menolak saat ditarik menjauh dari pantai. "Waktu ditarik ke tengah laut pausnya terus melawan," ungkap Herman.
Karena belum berhasil, nelayan kembali mencoba melakukan evakuasi pada Jumat (22/5/2026) pagi. Setelah beberapa kali ditarik, akhirnya paus itu berhasil dibawa kembali ke tengah laut.
Herman menduga paus itu terdampar karena dua kemungkinan. Pertama, karena sempat bertarung dengan paus lain, karena warga melihat ada sejumlah luka pada bagian tubuh paus.
Selain itu, kondisi air laut yang sedang pasang dalam beberapa hari terakhir, juga diduga membuat paus mendekat ke bibir pantai hingga akhirnya terdampar.
"Mungkin menghindar lalu masuk terlalu dekat ke pantai," ujarnya.
Menurut Herman, kejadian paus terdampar baru pertama kali terjadi di wilayah itu pada tahun ini. Meski begitu, nelayan di Pulau Kangean mengaku cukup sering melihat kelompok paus melintas di perairan sekitar saat melaut, terutama di wilayah laut yang lebih dalam.
"Kalau di tengah (laut), nelayan cukup sering lihat. Tapi yang terdampar sangat jarang. Tidak setiap tahun ada," pungkasnya. (*)
Next News

Pria Asal Bangkalan Ditemukan Mengambang di Perairan Teluk Lamong Surabaya
in 3 hours

Polresta Sumenep Ringkus 7 Tersangka dalam Operasi Tumpas Narkoba Semeru 2026
in 3 hours

Polisi Temukan Perbedaan Manifes KMP Mutiara Sentosa 2 yang Terbakar di Sumenep
in 3 hours

Kecelakaan Beruntun di Sampang, Truk Box dan Minibus Masuk Sawah
a day ago

BIAS di Sampang Diperpanjang hingga September, Cakupan Imunisasi Masih Rendah
a day ago

Air PDAM Sampang Asin dan Berbau Sejak 2023, Hampir 1.000 Pelanggan Terdampak
2 days ago

Komisi III DPRD Sampang Minta Pokir PJU Rp15 Miliar Dikaji Ulang, Ini Alasannya
2 days ago

Antisipasi Pungli, Dispendukcapil Sampang Imbau Warga Urus KTP Hilang Tanpa Calo
2 days ago

Sanggar Tari di Sampang Belum Dapat Dana Hibah, Pemkab: Terkendala Fiskal
2 days ago

Berawal dari Kreativitas Pemuda, TFC Siap Gelar Pagelaran ke-6 untuk Lestarikan Budaya Nusantara
2 days ago



