MDW Desak Polda Jatim Profesional Tangani Kasus Insiden Berdarah di Ketapang
Ach. Mukrim - Sunday, 26 January 2025 | 05:07 PM


salsabilafm.com – Insiden berdarah yang merenggut nyawa Jimmy Sugito Putra (44) warga Desa Ketapang Laok, Kecamatan Ketapang, Sampang, Madura, Jawa Timur, masih bergulir di Polda Jatim. Namun, progres penanganan peristiwa yang terjadi pada Minggu (17/11/2024) itu, masih buram.
"Kasus insiden berdarah yang merenggut nyawa Jimmy Sugito Putra di Desa Ketapang menyita perhatian publik", kata Ketua Madura Development Watch (MDW) Sampang, Siti Farida, Minggu (26/1/2025).
Oleh karena itu, lanjutnya, MDW Sampang mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) khususnya Polda Jatim harus transparan, profesional, dan akuntabel dalam menangani perkara tersebut.
Menurutnya, keterbukaan informasi sangat penting untuk membangun kepercayaan masyarakat terhadap APH. Sebab kasus pembunuhan terhadap Jimny dilakukan secara sadis. Kabar terakhir ada tiga tersangka yang ditangkap Polda Jatim.
"Apakah tiga tersangka sudah dilimpahkan ke pengadilan? Ini belum jelas atau mungkin ada tersangka baru, namun saat ini tidak ada progres yang jelas penanganan perkaranya," ujarnya.
Siti Farida menganggap lambatnya penanganan kasus almarhum Jimmy Sugito Putra tersebut mengindikasikan lemahnya sistem penegakan hukum di tubuh Polda Jatim. Bahkan, MDW menduga kasus ini seakan dihilangkan dari publik atau Polda Jatim tak berani mengusut tuntas kasus tersebut.
"Dengan adanya kasus pembunuhan ini, seyogyanya pelaku dipublikasikan agar mendapatkan sanksi moral dan bisa dijadikan efek jera bagi yang lain," tuturnya.
Tak hanya itu, imbuh Siti Farida, para pelaku lainnya bisa segera ditangkap. Terlebih, kasus tersebut sudah sangat jelas bahwa banyak terduga pelaku yang terlibat.
"Kami minta agar mereka semua diusut dan Polda Jatim harus berani menangkap otak dari insiden tersebut," ujarnya.
Lebih lanjut, Siti Farida mengatakan, bukti dalam kasus tersebut sangat jelas. Terutama video seperti yang beredar dan sudah tidak menjadi rahasia umum berapa orang yang membawa senjata tajam.
"Rekaman video itu bisa menjadi modal bagi APH untuk membabat habis pelaku," ucapnya.
Dia menambahkan, pihak keluarga korban menaruh harapan besar terhadap Polda Jatim agar menegakkan keadilan dalam kasus tersebut.
"Sampai saat ini pihak keluarga korban menunggu kejelasan hasil perkembangan penanganan kasus yang menimpa Jimmy Sugito Putra. Mereka meminta semua yang terlibat seperti dalam video harus diusut," paparnya.
"Kami akan tetap menunggu janji Polda Jatim dalam mengungkap kasus ini, dan diharapkan aph bekerja secara profesional. Kami tidak akan tinggal diam jika pihak kepolisian setengah hati mengungkap kasus tersebut," pungkasnya. (Mukrim)
Next News

PCNU Sampang Minta Kejaksaan Tak Masuk Angin Tangani Kasus Rudapaksa Anak
13 days ago

Dinsos-PPA: Hasil Pemeriksaan Sementara Menunjukkan Korban Rudapaksa 27 Pelaku di Sampang Tidak Hamil
13 days ago

Kasus Rudapaksa Anak Jadi Alarm, MUI Sampang Desak Pemerintah Evaluasi Sistem Perlindungan Korban
23 days ago

Apa yang Harus Dilakukan Jika Anak Menjadi Korban Kekerasan Seksual? Ini Langkah yang Perlu Diketahui
25 days ago

Hukuman Pelaku Rudapaksa Anak di Indonesia: Penjara, Kebiri Kimia hingga Gelang Elektronik
25 days ago

Owner Lyco Coffee Didenda Rp6 Juta dalam Sidang Tindak Pidana Ringan
2 months ago

Ratusan Santri dan Alumni Demo PN Sampang, Desak Terdakwa Penganiaya Guru Tugas Dihukum Maksimal
2 months ago

Korban Penganiayaan Guru Tugas di Sampang: Saya Diancam Akan Dibunuh Jika Melawan
3 months ago

Sidang Sering Molor, Profesionalitas PN Sampang Jadi Sorotan Publik
3 months ago

Mad Jari Divonis 6 Tahun, Kuasa Hukum Korban: Alhamdulillah, Alloh Berikan Jalan Keadilan
3 months ago





