Senin, 14 September 2026
Salsabila FM
Lintas Berita

Pencarian Lima Jurnalis Hilang di Gunung Anak Krakatau Memasuki Hari Ketujuh

Redaksi - Monday, 14 September 2026 | 06:24 AM

Background
Pencarian Lima Jurnalis Hilang di Gunung Anak Krakatau Memasuki Hari Ketujuh
Tim SAR gabungan melakukan pencarian lima jurnalis dan tiga awak kapal yang hilang di sekitar Gunung Anak Krakatau. (Istimewa/)

salsabilafm.com – Pencarian lima jurnalis dan tiga awak kapal yang hilang di sekitar Gunung Anak Krakatau (GAK) memasuki hari ketujuh, Senin (14/9/2026). Pihak keluarga berharap operasi SAR gabungan dapat diperpanjang apabila seluruh korban belum ditemukan.


Gubernur Banten Andra Soni mengatakan keluarga berharap tim SAR terus melakukan pencarian, termasuk menyisir daratan di sekitar Gunung Anak Krakatau dan Pulau Sebesi.


"Besar harapan keluarga, apabila hari ketujuh nanti belum juga ditemukan, untuk bisa diperpanjang operasi kemanusiaan pencarian dan pertolongan ini," ujar Andra, Minggu (13/9/2026), dilansir dari cnnindonesia.com.




Ia juga berharap Basarnas mempertimbangkan perpanjangan masa pencarian untuk memaksimalkan penyisiran di wilayah kepulauan maupun perairan.


Lima jurnalis tersebut dilaporkan hilang kontak saat berada di perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten. Mereka berangkat menggunakan speedboat untuk meliput aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.




Rombongan bertolak dari Dermaga Pagedongan, Carita, pada Senin (7/9/2026) sekitar pukul 14.00 WIB. Komunikasi terakhir terjadi pukul 15.04 WIB, setelah salah satu jurnalis mengirimkan titik lokasi terakhir sekitar pukul 14.42 WIB.


Informasi hilang kontak tersebut diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten pada Selasa (8/9/2026). Tim SAR kemudian melakukan pencarian di sekitar lokasi yang diduga menjadi titik terakhir keberadaan rombongan.


Lima jurnalis yang telah teridentifikasi yakni M Bagus Khoirunnas dari Antara, Ari Basuki dari Merdeka, Yudhis dari iNews, Daus dari Anadolu, dan Donal yang merupakan jurnalis freelance. Basarnas menyebut masih terdapat beberapa korban yang dalam proses pendataan.(*)