Senin, 14 September 2026
Salsabila FM
Lintas Berita

Satgas MBG Bangkalan: 107 SPPG Belum Miliki Sertifikat HACCP

Redaksi - Monday, 14 September 2026 | 03:37 AM

Background
Satgas MBG Bangkalan: 107 SPPG Belum Miliki Sertifikat HACCP
Salah satu SPPG di Bangkalan. (Istimewa/)

salsabilafm.com  - Sertifikat Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP) belum dimiliki oleh sejumlah dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur. Padahal, sertifikat itu penting agar pengelolaan MBG di tiap dapur terjamin dan kasus keracunan bisa dihindarkan. 


Sertifikat itu merupakan sistem manajemen pengawasan dan pengendalian keamanan pangan secara preventif yang harus dimiliki tiap dapur MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).


Kepala Satuan Tugas (Satgas) MBG Bangkalan, Bambang Budi Mustika, mengatakan, berdasarkan dari data terakhir pada Jumat (11/9/2026), terdapat 145 dapur yang sudah memiliki kepala SPPG, namun 131 dapur MBG yang telah beroperasi. Dari jumlah itu, terdapat tujuh dapur berhenti beroperasi sementara karena sejumlah alasan.




"Ada yang belum ganti kepala SPPG, ada yang belum ada petugas gizinya dan masalah virtual account," ungkap Bambang, Minggu (13/9/2026).


Selain itu, dari jumlah 131 dapur tersebut, sebanyak 107 SPPG belum memiliki sertifikat HACCP atau manajemen keamanan pangan.




"Untuk yang sudah punya HACCP itu ada 38 dapur, lalu yang masih proses 34, sedangkan yang belum proses ada 73 dapur," terang Bambang. 


Tak hanya belum memilki HACCP, namun terdapat sejumlah dapur yang belum memiliki sertifikat kompetensi chef atau juru masak.


"Total yang sudah ada sertifikat chef itu 101 dapur, sisanya belum punya," ujarnya.




Selain sertifikasi kompetensi juru masak, setiap SPPG juga harus dilengkapi oleh sertifikat halal. Di Bangkalan, baru terdapat 45 SPPG yang sudah memiliki sertifikat halal. 


Sedangkan 66 dapur masih proses, serta 34 dapur belum memiliki sertifikat halal. "Lalu, untuk Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) juga sudah ada 129 dapur yang sudah punya dan lima dapur masih proses," katanya. 




Bambang berharap, semua dapur MBG di Kabupaten Bangkalan bisa melengkapi semua sertifikat yang dibutuhkan. Sehingga, program unggulan presiden bisa berjalan dengan baik tanpa adanya kasus keracunan. 


"Apalagi ini menyasar sebanyak 297.026 penerima manfaat di 18 kecamatan di Bangkalan," pungkasnya. (*)