Senin, 14 September 2026
Salsabila FM
Lintas Berita

Wartawan Sampang Gelar Doa Bersama untuk 5 Jurnalis Hilang Kontak di Selat Sunda

Syabilur Rosyad - Monday, 14 September 2026 | 05:32 AM

Background
Wartawan Sampang Gelar Doa Bersama untuk 5 Jurnalis Hilang Kontak di Selat Sunda
Wartawan dan Jurnalis di Kabupaten Sampang saat berdoa bersama, Minggu (13/9/2026). (Rosyad/Salsa/)

salsabilafm.com – Puluhan wartawan di Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, menggelar aksi doa bersama untuk lima jurnalis yang dilaporkan hilang kontak saat menjalankan tugas peliputan erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda. 


Aksi digelar di Monumen Kabupaten Sampang, Minggu (13/9/2026) malam. Para wartawan menyalakan lilin dan menggelar doa bersama sebagai bentuk solidaritas serta dukungan moril bagi para jurnalis dan awak kapal yang masih dalam pencarian.


Lima jurnalis tersebut yakni M. Bagus Khoirunnas dari ANTARA, Ari Basuki dari Merdeka.com, Yudistiro Pranoto dari iNews, Firman Daus dari Anadolu Agency, serta Donal Husni yang merupakan jurnalis freelance.




Selain lima jurnalis, tiga awak kapal yang turut dalam perjalanan tersebut juga dilaporkan belum diketahui keberadaannya. Mereka adalah Warta, kapten kapal, Sukarman sebagai anak buah kapal (ABK), serta Heriyanto yang bertugas sebagai pemandu atau guide.


Perwakilan wartawan Kabupaten Sampang, Hanggara Pratama, mengatakan, aksi tersebut merupakan bentuk solidaritas sesama insan pers atas musibah yang dialami para jurnalis dan awak kapal.




"Kami di Sampang turut prihatin dan merasakan duka atas peristiwa ini. Doa bersama ini adalah bentuk solidaritas kami kepada rekan-rekan jurnalis yang sedang dalam pencarian," katanya, Minggu (14/9/2026). 


Dia berharap tim pencarian dapat bekerja secara maksimal sehingga seluruh jurnalis dan awak kapal segera ditemukan dalam kondisi selamat.


"Kami berharap mereka semua segera ditemukan dalam keadaan selamat. Semoga tim pencarian diberikan kemudahan dan seluruh keluarga yang menunggu diberi kekuatan," ujarnya.




Dikatakan, solidaritas insan pers tidak dibatasi oleh wilayah maupun organisasi. Menurutnya, dukungan sesama wartawan menjadi penting ketika seorang jurnalis mengalami musibah saat menjalankan tugas.


"Kami tidak ingin hanya berdiam diri. Lilin yang kami nyalakan malam ini menjadi simbol bahwa harapan itu tetap ada. Semoga kabar baik segera datang dan rekan-rekan kami bisa kembali dengan selamat," tuturnya.




Usai doa bersama, para wartawan Sampang melanjutkan aksi dengan membagikan nasi kotak kepada pengguna jalan dan masyarakat di sekitar lampu merah dekat lokasi kegiatan.


Aksi tersebut sekaligus menjadi bentuk sedekah dan ajakan kepada masyarakat untuk turut mendoakan lima jurnalis dan tiga awak kapal yang masih dalam pencarian.


Para wartawan berharap seluruh jurnalis dan awak kapal segera ditemukan dalam keadaan selamat. (Syad)