Polisi Masuk Sekolah, Sasar 28 Lembaga Pendidikan di Sampang
Syabilur Rosyad - Monday, 14 September 2026 | 05:37 AM


salsabilafm.com – Polres Sampang menyasar 28 sekolah tingkat SMP, MTs, SMA, SMK hingga Madrasah Aliyah. Tujuannya untuk memberikan edukasi dan imbauan kepada para pelajar.
Langkah preventif tersebut dilakukan dengan menerjunkan jajaran kepolisian sebagai pembina upacara bendera di sejumlah sekolah. Mereka menyampaikan arahan Kapolres Sampang AKBP Anang Hadiyanto terkait etika berlalu lintas, bahaya judi online, serta pencegahan kenakalan remaja.
Salah satu kegiatan berlangsung di UPTD SMPN 1 Sampang. Kanit Tipikor Polres Sampang IPDA Muammar Amin bertindak sebagai pembina upacara sekaligus mewakili Kapolres Sampang.
Muammar menekankan tiga hal yang perlu menjadi perhatian pelajar, yakni tertib berlalu lintas, menjauhi judi online, serta menghindari perilaku yang dapat memicu kenakalan remaja.
"Kami menyampaikan ada tiga hal penting yang harus dipahami murid-murid, pertama cara berlalu lintas harus ada etika dan punya SIM, kedua terkait judi online yang marak hari ini jangan sampai diikuti dan gunakan uang saku dengan baik, serta ketiga pencegahan kenakalan remaja," katanya, Senin (14/9/2026).
Menurut Muammar, kenakalan remaja tidak selalu bermula dari persoalan besar. Perselisihan antarpelajar dapat dipicu candaan yang dianggap sepele, termasuk tindakan fisik saat bercanda.
Dia mencontohkan perselisihan di sekolah bisa berlanjut setelah jam pelajaran dan kemudian melibatkan orang tua masing-masing.
"Bercanda yang berlebihan sering kali menjadi awal timbulnya perselisihan, dari sekolah berlanjut pertengkaran setelah pulang, lalu mengadu ke orang tua hingga terjadi perselisihan antar orang tua, sehingga hal ini harus dihindari," ungkapnya.
Sementara itu, Kepala UPTD SMPN 1 Sampang Drs. Teguh Suparyanto mengapresiasi langkah Polres Sampang yang turun langsung memberikan pembinaan kepada para siswa.
Kata dia, keterlibatan polisi dapat memperkuat edukasi yang selama ini diberikan pihak sekolah melalui kepala sekolah, guru, maupun guru bimbingan dan konseling.
"Harapannya bagus sekali dengan adanya sosialisasi dari kepolisian, kalau awal kita dari kepala sekolah sendiri, dewan guru, atau guru BP yang menjelaskan, sekarang tambah bagus sekali program sosialisasi kepolisian untuk tiga hal tersebut," katanya. (Syad)
Next News

Harumkan Sumenep, Gita Nada Idaman Al-Munawarah Raih Juara 2 WBL Marching Competition Season 5
19 hours ago

Balap Liar di JLS Sampang, 36 Sepeda Motor Diamankan Polisi
19 hours ago

Melihat Sampang dari Seberang Jalan: Menggugat Pendidikan dan Ruang Perempuan Lewat Diskusi Literasi
21 hours ago

MUI dan HMI Bangkalan Gelar Bedah Buku Etika Pengolahan Air Limbah
21 hours ago

Penginjak Alquran di Pamekasan Terancam 5 Tahun Penjara
21 hours ago

600 Ton Beras SPHP Diduga Dioplos, Kerugian Negara Capai Rp3,3 Miliar
21 hours ago

Pengurus Ranting dan Lembaga MWC NU Pulau Mandangin 2026-2031 Resmi Dilantik
a day ago

Warga Bangkalan Temukan Bayi Perempuan Menangis di Teras Toko
3 days ago

Pura-pura Tanya Alamat, Pria Tak Dikenal di Bangkalan Diduga Lecehkan Siswi
3 days ago

HCML Tuan Rumah GCM ke-336, Perkuat Koordinasi Pasokan Gas Jawa Timur–Jawa Tengah
3 days ago




