Sabtu, 7 Februari 2026
Salsabila FM
Kriminal

Guru Madrasah di Sampang Dianiaya Dua Pria Bersenjata Celurit, Korban Dirawat Intensif

Syabilur Rosyad - Saturday, 07 February 2026 | 08:51 AM

Background
Guru Madrasah di Sampang Dianiaya Dua Pria Bersenjata Celurit, Korban Dirawat Intensif
Guru Madrasah di Sampang Dianiaya Dua Pria Bersenjata Celurit, Korban Dirawat Intensif (Tangkap layar/)

salsabilafm.com - Seorang guru madrasah di Kabupaten Sampang menjadi korban penganiayaan dua orang pria yang bersenjata celurit. Peristiwa ini terjadi di sebuah warung di kecamatan Kedungdung, kabupaten Sampang.


Korban diketahui bernama Abdur Rozak (20), guru Madrasah Miftahul Athfal, warga Kecamatan Ketapang, Kabupaten Sampang. Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis (5/2/2026) sekitar pukul 17.40 WIB di Dusun Manggar, Desa Pajeruan, Kecamatan Kedungdung.


Kasi Humas Polres Sampang, AKP Eko Puji Waluyo mengatakan, kejadian bermula saat korban sedang berada di warung. Tiba-tiba, dua pria berinisial SM dan HM mendatangi korban dan menanyakan identitasnya. 


"Setelah mengetahui korban adalah guru yang dimaksud, salah satu pelaku langsung memukul korban dengan tangan terbuka mengenai pipi kiri korban," katanya kepada salsabilafm.com, Sabtu (7/2/2026). 


Tak berhenti di situ, pelaku juga mengeluarkan celurit yang dibawanya. Pelaku memukul korban menggunakan bagian pengaman celurit ke arah punggung korban sambil mengangkat senjata tajam tersebut dan melontarkan kalimat bernada ancaman terkait tugas korban sebagai guru.


"Pelaku lainnya kemudian ikut melakukan pemukulan secara bersama-sama terhadap korban. Meski korban telah meminta maaf, aksi kekerasan tersebut tetap berlanjut dan membuat korban tidak berdaya," ujarnya. 


Berdasarkan penyelidikan awal, pemicu penganiayaan tersebut diduga karena ketidakpuasan pelaku terhadap korban. Sebab, sebelumnya korban memukul anak salah satu pelaku saat proses belajar mengajar di madrasah.


"Dua pelaku ditahan tadi malam, yakni 5 jam setelah korban melakukan laporan resmi ke polres sampang," tuturnya. 


Hingga saat ini, korban sedang menjalani perawatan intensif di RS Qona'ah Sampang. (Syad)