Satpol PP Tunggu Rekomendasi Diskopindag untuk Tindak Penjualan Miras di Terminal Sampang
Syabilur Rosyad - Thursday, 29 January 2026 | 08:04 AM


salsabilafm.com - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Sampang akhirnya buka suara terkait dugaan pembiaran penjualan minuman keras (miras) ilegal di kawasan Terminal Alun-alun Trunojoyo, Kamis (29/1/2026).
Kepala Satpol PP Sampang, Suaidi Asikin, menegaskan, pihaknya tidak bisa serta-merta melakukan penindakan terhadap penjual miras tanpa adanya surat rekomendasi dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, yakni Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag).
"Kami tidak bisa langsung menindak. Sesuai SOP, penindakan terhadap penjual harus didahului surat rekomendasi dari OPD pengawas, dalam hal ini Diskopindag," ujar Suaidi kepada salsabilafm.com, Kamis (29/1/2026).
Menurutnya, Satpol PP selama ini lebih sering melakukan penindakan terhadap anak di bawah umur yang kedapatan mengonsumsi minuman beralkohol.
"Kalau yang ditindak penjualnya, kami hanya bisa melakukan penggerebekan apabila OPD pengawas sudah mengeluarkan surat rekomendasi," jelasnya.
Suaidi menegaskan, Satpol PP hanya berperan sebagai eksekutor Peraturan Daerah (Perda), bukan lembaga yang menilai atau menetapkan ada tidaknya pelanggaran.
"Kami ini ujung tombak penegakan Perda. Kami bekerja berdasarkan aturan dan kebijakan, bukan menilai sendiri apakah itu melanggar atau tidak," tegasnya.
Sementara itu, Kepala Diskopindag Kabupaten Sampang, Syaiful Moqoddas, menyatakan, akan segera melakukan pengawasan dan berkoordinasi dengan Satpol PP untuk menghentikan peredaran miras di wilayah tersebut.
"Kami akan segera melakukan tindakan pengawasan dan melibatkan Satpol PP untuk menghentikan perdagangan miras. Itu jelas melanggar Perda Nomor 4 Tahun 2017," tegas Syaiful.
Dia memastikan Diskopindag tidak pernah mengeluarkan izin terkait produksi maupun perdagangan minuman keras di Kabupaten Sampang.
"Tidak pernah ada izin, tidak pernah ada rekomendasi. Karena itu, kami akan melakukan penertiban secepatnya. Tidak boleh ada miras di Kabupaten Sampang," ujarnya.
Selain itu, Diskopindag juga akan berkoordinasi dengan Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) serta Majelis Ulama Indonesia (MUI), mengingat penertiban miras rutin dilakukan menjelang bulan Ramadan.
"Setiap tahun Pemkab Sampang mengeluarkan edaran pelarangan miras menjelang Ramadan hingga Idul Fitri. Itu akan menjadi dasar kuat bahwa penjualan miras tidak diperbolehkan," pungkas Syaiful. (Syad)
Next News

2 Pemuda di Sumenep Dibekuk Polisi, Diduga Curi Motor
3 days ago

Polresta Sumenep Bekuk Warga Mojokerto, Kedapatan Simpan Sabu di Kamar
5 days ago

Nyaris Dimassa, Pencuri Rokok di Bangkalan Diselamatkan Emak-Emak
5 days ago

Bea Cukai Madura Amankan 21 Juta Batang Rokok Ilegal dalam 6 Bulan
5 days ago

Hendak Kabur, Tersangka Pelaku Penganiayaan di Sumenep dibekuk di Bus
6 days ago

Polisi Tangkap Pembobol Toko Pracangan di Pulau Giliyang Sumenep
7 days ago

Kepergok Warga, Aksi 2 Maling Ayam di Sumenep Gagal Total
7 days ago

Mahasiswi di Bangkalan Jatuh dari Motor saat Kejar Begal HP
8 days ago

Kepergok Pemilik, Maling Motor di Sampang Ditangkap Warga
8 days ago

Polisi Bantah Dugaan Adanya Transaksional dalam Kasus Rudapaksa Anak di Sampang
10 days ago





