Rabu, 4 Maret 2026
Salsabila FM
Kriminal

Terseret 60 Meter, Humas Poltera Beberkan Rekaman CCTV Kecelakaan yang Tewaskan Mahasiswi

Redaksi - Wednesday, 04 March 2026 | 09:41 AM

Background
Terseret 60 Meter, Humas Poltera Beberkan Rekaman CCTV Kecelakaan yang Tewaskan Mahasiswi
Rekaman cctv tabrakan depan kampus Poltera. (Humas Poltera untuk salsabilafm/)

salsabilafm.com - Kecelakaan maut yang menimpa Yusi Dwi Anggraini (21), mahasiswi Politeknik Madura (Poltera) di Jalan Raya Desa Taddan, Kecamatan Camplong, Sampang, pada Senin (2/3/2026) lalu menyisakan duka mendalam sekaligus fakta memilukan.

 

Pihak kampus akhirnya buka suara dan membeberkan bukti rekaman CCTV yang merekam detik-detik kejadian nahas tersebut.


Humas Poltera Sampang, Taufik Hidayat, mengonfirmasi bahwa berdasarkan bukti visual dari kamera pengawas di lokasi, kecelakaan dipicu oleh kelalaian pengemudi minibus yang melanggar jalur.




Taufik juga menyebutkan, korban yang mengendarai motor Honda Scoopy (L 5214 CE) sedang dalam posisi hendak menyeberang masuk ke area kampus. Namun, secara mengejutkan, sebuah minibus elf (M 7107 UN) yang melaju dari arah berlawanan justru keluar dari jalurnya.


"Semestinya kendaraan dari arah timur melaju di sisi kiri atau selatan. Namun, dalam rekaman terlihat minibus tersebut justru mengambil jalur kanan atau sisi utara," sebutnya.




Lebih lanjut, Taufiq mengungkapkan, petugas keamanan kampus sebenarnya telah menyadari bahaya tersebut dan sempat memberikan tanda peringatan agar sopir mengurangi kecepatan. "Satpam sudah memberi tanda, tapi sopir tetap melaju kencang di jalur yang salah sehingga tabrakan tidak terhindarkan," bebernya.


Dia menjelaskan, dahsyatnya benturan tersebut membuat korban dan kendaraannya terseret hingga sejauh 60 meter dari titik tabrakan awal. Akibat luka parah yang diderita, mahasiswi asal Kecamatan Pegantenan, Pamekasan tersebut meninggal dunia.


Dia menyatakan sangat terpukul atas kehilangan salah satu mahasiswi terbaiknya. Selain menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban, pihak kampus menegaskan akan terus mengawal kasus ini.




Saat ini, rekaman CCTV tersebut telah diserahkan kepada pihak berwajib sebagai bukti kunci untuk memproses pengemudi minibus yang diduga menjadi penyebab utama kecelakaan maut tersebut.


"Kami terus berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk memastikan penanganan hukum lebih lanjut serta memberikan pendampingan penuh kepada keluarga almarhumah," pungkasnya. (Mukrim)