Aksi Cosplay Pocong Curi Motor di Bangkalan Viral di Medsos, Pelaku 3 Pelajar SMP
Redaksi - Tuesday, 09 June 2026 | 09:51 AM


salsabilafm.com – Video amatir yang menunjukkan aksi teror pocong jadi-jadian mencuri sepeda motor di Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur, viral di media sosial.
Tidak lama setelah kejadian, polisi bersama jajaran perangkat desa mengamankan tiga bocah yang masih berstatus pelajar SMP sebagai dalang di balik pembuatan video viral tersebut.
Aksi cosplay pocong kain kafan putih tersebut sengaja direkam oleh para pelaku di area beranda atau teras rumah salah seorang warga di kawasan Desa Dupok, Kecamatan Kokop, Kabupaten Bangkalan.
Dalam video pertama, tampak sesosok pocong melompat-lompat menakutkan di kegelapan malam. Sementara pada video kedua, alur cerita bergeser ekstrem di mana sang pocong beralih peran layaknya pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang membawa kabur sepeda motor matic dari halaman rumah warga. Rekaman sinematik iseng inilah yang kemudian viral berantai di grup WhatsApp dan memicu kepanikan warga
Ketiga bocah di bawah umur tersebut dilaporkan sempat menangis ketakutan saat dijemput petugas dan dibawa ke rumah kepala desa setempat untuk menjalani proses klarifikasi serta interogasi.
Di hadapan petugas dan tokoh masyarakat, ketiganya mengakui bahwa video horor yang mereka produksi murni hanya rekayasa demi kebutuhan konten media sosial serta hiburan semata.
Kasi Humas Polres Bangkalan, Ipda Agung Intama menegaskan, narasi teror pocong misterius maupun aksi pencurian motor oleh mahluk gaib di Kecamatan Kokop tersebut dipastikan adalah kabar bohong (hoaks).
"Dua video pocong yang sedang viral di wilayah Kecamatan Kokop tersebut bahwasanya hanya rekayasa dan sekadar konten, jadi hal itu tidak benar. Semua pelaku atau pembuat video sudah kami amankan dan telah membuat video klarifikasi resmi didampingi Polsek, Polres Bangkalan, serta tokoh masyarakat setempat," ujar Agung, Senin (8/6/2026).
Mengingat para pelaku masih berstatus sebagai pelajar dan di bawah umur, pihak kepolisian tidak menerapkan sanksi pidana kurungan. Kendati demikian, ketiga bocah SMP tersebut diwajibkan menjalani pembinaan moral intensif khusus di Mapolsek dengan pengawasan ketat dari orang tua masing-masing.
"Langkah pembinaan ini diambil sebagai efek jera agar para pelaku maupun remaja lainnya di Bangkalan tidak lagi mengulangi perbuatan serupa, atau menciptakan konten digital kreatif yang kebablasan hingga memicu gangguan kamtibmas di tengah masyarakat," pungkasnya. (*)
Next News

Motif Ibu Kandung Buang Bayi di Sampang: Malu Karena Hasil Hubungan Gelap
12 hours ago

Dituduh Curi Sandal dan Mesin Pompa Air, Pria di Sampang Ditembak Bagian Tumit
3 days ago

Polisi Buru Pelaku Pembunuhan Sadis di Tragah Bangkalan
5 days ago

Bejat, Pria Paruh Baya di Sampang Cabuli Bocah 11 Tahun
4 days ago

Pria di Bangkalan Bunuh Adik Ipar, Diduga Cekcok Kandang Ayam
6 days ago

Polisi Tangkap Calo Seleksi Polri-PNS Asal Sumenep, Diduga Tipu Korban Rp600 Juta
8 days ago

Balap Liar di Pamekasan Marak, Polisi Minta Orang Tua Perketat Pengawasan Anak
9 days ago

Pencurian Pompa Air Marak, Petani Tembakau di Sumenep Resah
9 days ago

7 Remaja di Sampang Diamankan Polisi, Teguk Miras di Taman Wiyata Bahari
9 days ago

Diparkir di Pinggir Sawah, Motor Warga Sampang Digondol Maling saat Cari Rumput
11 days ago




