Sabtu, 13 Juni 2026
Salsabila FM
Kriminal

Terduga Penembak di Robatal Kabur, Polisi Amankan Mobil Diduga Milik Istri Pelaku

Syabilur Rosyad - Saturday, 13 June 2026 | 07:06 AM

Background
 Terduga Penembak di Robatal Kabur, Polisi Amankan Mobil Diduga Milik Istri Pelaku
Mobil Honda Brio diduga milik istri pelaku terparkir di depan Gedung Satrskrim Polres Sampang, Jum'at (12/6/2026). (Satreskrim Polres Sampang/)


salsabilafm.com – Enam hari setelah insiden penembakan yang menimpa Ahmad Yulianto di Kecamatan Robatal, Kabupaten Sampang, terduga pelaku berinisial GH hingga kini belum berhasil diamankan oleh pihak kepolisian.


Dalam penanganan kasus tersebut, Polres Sampang baru mengamankan satu unit mobil Honda Brio bernomor polisi L 1544 IY yang diduga berkaitan dengan pelaku. Kendaraan itu disebut merupakan milik istri GH.




Marino, paman korban, mengaku belum menerima informasi terbaru terkait perkembangan kasus yang menimpa keponakannya. Menurutnya, hingga saat ini pelaku masih belum berhasil ditangkap.


"Berdasarkan informasi yang kami terima, Ghofar sudah tidak berada di rumahnya," katanya, Sabtu (13/6/2026).


Marino mengungkapkan, pada Senin (8/6/2026) malam, dua orang rekan terduga pelaku berinisial U dan M sempat membawa mobil Honda Brio warna silver milik istri Ghofar menuju Kota Sampang.




Namun, di tengah perjalanan kendaraan tersebut dihentikan oleh anggota Polres Sampang dan kemudian diamankan untuk kepentingan penyelidikan.


"Kami berharap terduga pelaku segera ditangkap karena senjata api yang digunakan sangat membahayakan. Kalau dibiarkan, kami khawatir bisa digunakan kepada orang lain," ujarnya.




Sementara itu, Kasihumas Polres Sampang AKP Eko Puji Waluyo membenarkan bahwa pihaknya telah mengamankan kendaraan yang diduga memiliki keterkaitan dengan kasus penembakan tersebut.


"Mobil itu memang diduga milik tersangka. Tapi yang diamankan bukan tersangka. Selebihnya masih dalam penyelidikan lebih lanjut," ujarnya.


Diketahui, Ahmad Yulianto menjadi korban penembakan yang diduga dilakukan GH pada Sabtu (6/6/2026). 




Peristiwa tersebut bermula dari tuduhan pencurian sandal dan mesin pompa air yang diarahkan kepada korban.


Tuduhan itu kemudian memicu cekcok antara kedua pihak hingga berujung pada aksi penembakan. Hingga kini, aparat kepolisian masih terus melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap terduga pelaku. (Syad)