Minggu, 15 Maret 2026
Salsabila FM
Kriminal

Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Naik ke Tahap Penyidikan

Redaksi - Sunday, 15 March 2026 | 03:20 AM

Background
Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Naik ke Tahap Penyidikan
Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Andrie Yunus menjadi korban penyiraman air keras. (Tangkapan layar instagram @aandrieyunus/)

salsabilafm.com – Kepolisian meningkatkan status perkara penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan, Andrie Yunus, ke tahap penyidikan.


Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, Roby Heri Saputra, membenarkan peningkatan status tersebut.


"Sudah (naik penyidikan)," kata Roby saat dikonfirmasi, Minggu (15/3/2026).




Dalam perkara ini, penyidik menemukan indikasi adanya tindak pidana yang mengarah pada pelanggaran Pasal 467 ayat (2) KUHP dan Pasal 468 ayat (1) KUHP.


Roby menyampaikan bahwa proses penyidikan masih terus berjalan. Polisi saat ini fokus mengidentifikasi pelaku penyiraman air keras tersebut.




"(Pelaku) masih kita identifikasi," ujarnya.


Sebelumnya, Andrie Yunus menjadi korban penyiraman air keras oleh orang tak dikenal di kawasan Jakarta Pusat pada Kamis (12/3/2026) malam.


Koordinator KontraS, Dimas Bagus Arya, menjelaskan, insiden tersebut terjadi setelah Andrie menghadiri sebuah podcast bertajuk "Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia" yang digelar di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia sekitar pukul 23.00 WIB.




"Telah mengalami serangan penyiraman air keras oleh orang tidak dikenal yang mengakibatkan luka serius di sekujur tubuh, terutama pada area tangan kanan dan kiri, muka, dada, serta bagian mata," ujar Dimas dalam keterangan tertulis, Jumat (13/3/2026).


Dimas juga mengungkap ciri-ciri terduga pelaku. Pelaku pertama disebut mengenakan kaos kombinasi putih dan biru, celana gelap yang diduga berbahan jeans, serta helm berwarna hitam.




Sementara pelaku kedua yang diduga sebagai penumpang mengenakan penutup wajah atau masker menyerupai buff berwarna hitam yang menutupi setengah wajah, kaos biru tua, dan celana panjang biru yang digulung hingga pendek dan diduga berbahan jeans. (*)