Kamis, 29 Januari 2026
Salsabila FM
Kriminal

Pria di Sumenep Tewas Bersimbah Darah, Polisi: Masih Didalami

Redaksi - Thursday, 29 January 2026 | 08:14 AM

Background
Pria di Sumenep Tewas Bersimbah Darah, Polisi: Masih Didalami
Ilustrasi police line kasus pembunuhan. ( Istimewa/)

salsabilafm.com - Tiga video yang memperlihatkan seorang laki-laki meninggal dunia dengan kondisi tubuh bersimbah darah beredar luas di media sosial, Kamis (29/1/2026). Informasi yang diterima, peristiwa tersebut terjadi di wilayah Kecamatan Lenteng, Kabupaten Sumenep, Madura.


Dalam video berdurasi 16 detik, 19 detik dan 23 detik tersebut, tampak seorang pria tergeletak dengan kondisi tidak bernyawa, tubuhnya dipenuhi darah.


Dalam video tersebut juga terlihat seorang petugas kesehatan mengenakan pakaian berwarna putih berada di lokasi kejadian.


Selain itu, sejumlah anggota kepolisian berpakaian preman tampak sibuk melakukan penanganan di tempat kejadian perkara (TKP).


Sementara pada video lainnya, jasad korban terlihat telah ditutupi kain. Sejumlah warga tampak berada di sekitar lokasi dalam kondisi panik dan berkerumun menyaksikan kejadian tersebut.


Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban diketahui bernama Mukhlisin, warga Desa Gadu Timur, Kecamatan Lenteng.


Sedangkan terduga pelaku disebut bernama Lutfi, warga Dusun Gunung Malang 1, Desa Lenteng Barat.


"Iya pembunuhan, wilayah Kecamatan Lenteng," kata Totok, salah satu warga setempat saat dikonfirmasi pada Kamis (29/1/2026).


Totok menyebutkan, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 09.00 hingga 10.00 WIB. Namun, dia mengaku tidak mengetahui pasti penyebab atau motif kejadian tersebut.


"Tidak tahu masalah apa," ucapnya singkat.


Kapolsek Lenteng Iptu Dovie Eudy Zendy membenarkan adanya peristiwa pembunuhan tersebut. Namun, dia menegaskan bahwa kejadian itu bukan merupakan kasus carok.


"Bukan carok," singkat dia.


Meski demikian, pihak kepolisian belum dapat memastikan motif di balik peristiwa tersebut. Saat ini, kasus masih dalam proses pendalaman oleh aparat kepolisian.


"Masih didalami," pungkas Dovie. (*)