Mahasiswa Kepulauan Demo Dinsos Sumenep, Usut Pungli dan Penahanan Kartu PKH
Redaksi - Wednesday, 21 January 2026 | 07:49 AM


salsabilafm.com - Puluhan mahasiswa dari Kecamatan Pulau Sapeken, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, berunjuk rasa di depan kantor Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Sumenep, Rabu (21/1/2025).
Mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Kepulauan Sapeken Sumenep (Himpass) mendesak Dinsos P3A segera mengusut dugaan pungutan liar (pungli) dan penahanan kartu bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) milik Kelompok Penerima Manfaat (KPM) di kepulauan Sapeken.
Dari data yang dikaji oleh mereka, praktik penahanan kartu bantuan dan pungli sudah lama terjadi, namun tidak pernah ditangani secara serius.
Zainuddin, orator aksi, mengatakan, mahasiswa menemukan sejumlah bukti adanya dugaan pelanggaran yang dilakukan oknum penyalur bantuan.
Menurut dia, kartu PKH milik warga ditahan oleh agen dengan dalih tertentu, disertai pungutan, bahkan intimidasi.
“Kami menemukan fakta di lapangan, kartu KPM PKH ditahan oleh agen. Ini jelas merugikan masyarakat, terutama warga kepulauan yang sangat bergantung pada bantuan itu,” kata Zainuddin.
Menurut dia, praktik itu bertentangan dengan Peraturan Menteri Sosial Nomor 1 Tahun 2018 tentang PKH. “Aturan sudah jelas, kartu bantuan tidak boleh ditahan oleh siapa pun. Kalau ini dibiarkan, sama saja negara membiarkan rakyat kecil dizalimi,” tambahnya.
Zainuddin juga menyinggung kondisi geografis Sapeken yang terdiri dari banyak pulau.
Kecamatan Sapeken memiliki 11 desa yang tersebar di beberapa pulau dari total 128 kepulauan di Kabupaten Sumenep.
Menurutnya, kondisi itu sering dijadikan celah oleh oknum untuk melakukan penyimpangan. “Akses yang jauh, dan pengawasan yang lemah, jangan dijadikan alasan untuk melakukan pungli dan penahanan kartu,” tuturnya.
Mahasiswa mendesak Dinsos P3A Sumenep segera mengevaluasi seluruh penyalur PKH di Sapeken, termasuk agen yang diduga menahan kartu KPM. Mereka juga meminta adanya sanksi tegas jika terbukti terjadi pelanggaran.
Kepala Dinsos P3A Sumenep, Abd. Rahman, mengaku pihaknya sempat menerima informasi adanya dugaan penahanan kartu PKH di Sapeken. Namun, dia menyebut persoalan itu sudah ditangani sebelumnya.
“Kami memang menerima informasi adanya penahanan kartu KPM di wilayah Sapeken. Informasi itu sudah dilakukan upaya (penyelesaian)," ujarnya.
Menurut dia, berdasarkan laporan koordinator PKH kabupaten, persoalan tersebut telah diselesaikan.“Kami terima info, itu (laporan) sudah tahun 2025,” ungkap Rahman.
Sementara itu, Koordinator PKH Kabupaten Sumenep, Hairullah, mengakui sempat menerima laporan adanya dugaan pungli. Namun, ia menilai persoalan tersebut berada di luar kewenangan pendamping PKH.
“Informasi dugaan pungli itu memang sempat kami terima. Tapi secara teknis, penyaluran bantuan dan pengelolaan kartu menjadi kewenangan pihak bank,” ujar Hairullah.
Pihaknya tetap siap berkoordinasi jika ditemukan pelanggaran. “Kalau ada bukti kuat di lapangan, tentu akan kami tindaklanjuti bersama pihak terkait,” tutupnya. (*)
Next News

Polisi Gerebek Bandar Narkoba di Bangkalan
a day ago

Polisi Tangkap Kurir Sabu di Banyuates, Sita 1,15 Gram Barang Bukti
a day ago

Kasus Dugaan Pencabulan Bocah 4 Tahun di Sumenep, Ayah Korban: Pelaku Masih Tetap Sekolah
a day ago

Lapas Pamekasan Gagalkan Penyelundupan Obat Terlarang
6 days ago

Ungkap Kasus Miras, Polisi Sita Arak Bali hingga Anggur Merah di Terminal Sampang
6 days ago

Alarm Bunyi, 2 Maling Motor Asal Bangkalan Berhasil Ditangkap Warga Surabaya
9 days ago

Bejat! Pelajar MTs di Sumenep Diduga Cabuli Anak 4 Tahun
10 days ago

4 Pelaku Pesta Miras di Puskesmas Kedungdung Diamankan Polisi, 3 Diantaranya Pelajar SMA
12 days ago

Kasus Pelecehan di Ponpes Bangkalan Ungkap Fakta Baru, Adik Oknum Lora Diduga Terlibat
13 days ago

Polisi Ringkus Komplotan Maling Motor Milik Gen Z di Bangkalan
13 days ago





