Sabtu, 28 Februari 2026
Salsabila FM
Kriminal

Balap Lari di Bangkalan Diselidiki Polisi, Diduga Jadi Ajang Judi

Redaksi - Saturday, 28 February 2026 | 06:21 AM

Background
Balap Lari di Bangkalan Diselidiki Polisi, Diduga Jadi Ajang Judi
Ilustrasi ajang balap lari. ( Istimewa/)

salsabilafm.com - Kegiatan balap lari yang digelar masyarakat di Kecamatan Tanjung Bumi, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur diduga menjadi ajang judi. Saat ini polisi menyelidiki dugaan muatan judi dalam kegiatan itu.


Dalam rekaman video salah satu penonton yang diunggah di media sosial terlihat, sebanyak puluhan orang berkumpul di tepi jalan perbatasan Kecamatan Tanjung Bumi, Kabupaten Bangkalan hingga Kecamatan Banyuates, Sampang.


Puluhan orang yang didominasi remaja itu memenuhi badan jalan raya yang menjadi akses utama di wilayah utara Bangkalan.


Dalam video itu, dua orang yang sedang balap lari lalu disambut sorakan penonton. Diduga, aksi balap lari itu dilakukan menjelang waktu sahur.


Tak hanya itu, balap lari itu diduga menjadi ajang judi atau taruhan. Bahkan, diduga nilainya mencapai jutaan rupiah.


Kasi Humas Polres Bangkalan, Ipda Agung Intama mengatakan, balap lari itu dilakukan oleh masyarakat dengan memantau pergerakan patroli petugas kepolisian.


"Kami sudah intens melakukan patroli namun aktifitas itu sering kali dalam pelaksanaannya mereka kucing-kucingan," kata Agung, Jumat (27/2/2026).


Meski begitu, pihaknya mengaku akan lebih memperketat patroli di wilayah tersebut. 


"Tentu hal itu untuk menciptakan kamtibmas dan kondusifitas masyarakat," ucapnya.


Kegiatan balap lari tersebut juga dinilai mengganggu masyarakat. Tak hanya suara sorakan yang mengganggu waktu istirahat, namun penggunaan jalan raya untuk ajang balap lari juga cukup membahayakan.


Petugas juga mendapatkan informasi dugaan praktik perjudian dalam balap lari itu. Diduga, sekelompok orang bertaruh uang hingga jutaan rupiah untuk menebak pemenang dari balap lari itu. 


"Diduga ditunggangi oleh praktik perjudian. Namun kami masih dalami hal tersebut," pungkas Agung. (*)