Disdik Sampang Sebut SDN Pangilen 1 Masuk Daftar 138 Sekolah yang Diusulkan ke Pusat
Ach. Mukrim - Sunday, 12 April 2026 | 05:55 AM


salsabilafm.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang, Jawa Timur menyiasati keberlangsungan kegiatan belajar mengajar (KBM) di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Pangelen 1 secara bergantian. Hal itu menyusul rusaknya salah satu ruang kelas akibat bencana angin kencang.
Kepala Bidang (Kabid) Sekolah Dasar (SD) Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sampang M Yusuf, menuturkan, ruang kelas yang mengalami kerusakan adalah ruangan untuk siswa kelas 6.
"Kejadiannya sekitar pukul 22.00 WIB setelah terjadi hujan deras yang disertai angin kencang," katanya, Minggu (12/4/2026).
Dia menjelaskan, ruang kelas tersebut memang sudah lama dilaporkan rusak oleh pihak sekolah. Namun, belum dapat diperbaiki karena Pemkab Sampang belum memiliki anggaran perbaikan.
"Sebelum kejadian ambruknya ruang kelas tersebut, pihak sekolah memang sudah melaporkan kepada kami, bahwa salah satu ruang kelas di SDN 1 Pangelen itu tidak layak digunakan," jelasnya.
Disdik Sampang, lanjutnya, sempat meninjau secara langsung laporan sekolah dan mengusulkan untuk dilakukan perbaikan kepada pemerintah pusat melalui kementerian terkait.
"Kami juga menyarankan agar ruang kelas tersebut tidak ditempati dan KBM dilakukan secara bergantian, bersama siswa kelas 5," lanjutnya.
Menurutnya, SDN Pengelen 1 merupakan satu dari 138 sekolah yang terdata rusak dan telah diusulkan untuk diperbaiki kepada pemerintah pusat.
"Jenis kerusakan dari ratusan sekolah ini beragam. Ada karena lapuk dimakan usia, ada juga yang rusak karena musibah bencana alam," ucapnya.
Sebelumnya, Alim, salah seorang guru di SDN Pangilen 1 mengatakan, insiden nahas tersebut tidak sampai memakan korban jiwa maupun luka-luka. Pasalnya, bangunan lapuk yang sebelumnya difungsikan sebagai ruang Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) untuk siswa kelas 1 tersebut memang sudah lama dikosongkan oleh pihak sekolah.
"Bangunan yang roboh itu memang kondisinya sudah sangat tua, sudah sekitar setahun terakhir tidak kami tempati karena khawatir membahayakan. Kejadian ambruknya itu pada Jum'at malam kemarin, tepat saat turun hujan deras yang disertai angin kencang," katanya.
Menyikapi kondisi infrastruktur yang memprihatinkan tersebut, selama ini proses KBM para siswa terpaksa dialihkan dan terkadang harus belajar di luar ruangan demi menjaga keselamatan bersama. Menurut dia, kondisi gedung yang rusak parah juga sudah sejak lama dilaporkan ke Disdik Kabupaten Sampang.
"Alhamdulillah, untungnya bangunan itu roboh pada malam hari saat sekolah sepi, sehingga tidak sampai menimbulkan korban dari pihak siswa maupun guru," pungkasnya. (Mukrim)
Next News

37 Tahun Jadi PMI Ilegal di Malaysia, Pria Asal Bangkalan Dipulangkan Usai Meninggal
a day ago

DPRD Sampang Setujui Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025
a day ago

DPRD Sampang Sebut 3 Perda Perlindungan Anak dan Perempuan Sudah Disahkan: Masalahnya Belum Ada Perbup
a day ago

Kasus Rudapaksa Anak, Dinsos PPPA Sampang Beri Pendampingan Korban Sejak Akhir Juni
a day ago

Kalahkan Prancis 6-4, Inggris Juara 3 Piala Dunia 2026
a day ago

Gegera Sengketa Lahan, Ratusan Siswa SD di Bangkalan Belajar di Rumah Warga
a day ago

Karpet 4 Lapangan Badminton GOR Indoor Sampang Akan Diganti
2 days ago

2.164 Calon Penerima BSPS di Sampang Tunggu Verifikasi
2 days ago

Anggaran UHC Sampang Bertambah, Total Rp49,2 Miliar
3 days ago

Produk IKM Sampang Berpeluang Tembus Pasar Maldives, 15 Pelaku Ikuti Kurasi Ekspor
3 days ago




