3 WNI Asal Bangkalan yang Tertahan di Selat Hormuz Bisa Komunikasi dengan Keluarga
Redaksi - Friday, 29 May 2026 | 12:35 PM


salsabilafm.com - Tiga Warga Negeri Indonesia (WNI) asal Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, yang tertahan Selat Hormuz, ternyata masih bisa menghubungi pihak keluarga. Tiga orang tersebut bekerja di kapal Mediterranean Shipping Company (MSC) yang hendak melintas menuju Israel.
Dari sebuah video yang beredar di media sosial, tiga WNI tersebut yakni Muhammad Ahyar, Mashudi Nasir, dan Hariri Samlan. Ketiganya merupakan warga Desa Lajing, Kecamatan Arosbaya, Kabupaten Bangkalan, yang telah bekerja di kapal itu selama puluhan tahun.
Dalam rekaman tersebut juga terlihat kondisi ketiganya sehat dan masih aktif bekerja sebagai juru mudi dan juru masak
Melalui video tersebut, ketiganya mengaku telah ditahan di Selat Hormuz sejak 28 Februari 2026 lalu hingga saat ini. Meski kapal tidak bisa melintas, tetapi kru kapal masih bisa melakukan kegiatan dan bisa berkomunikasi dengan keluarga melalui telepon yang tersedia di kapal.
Kepala Desa Lajing, Moksin, mengatakan, dia mengetahui kondisi tiga warganya itu melalui video tersebut. Menurut dia, keluarga tak perlu khawatir dengan kondisi para awak kapal.
"Itu bukan personal ABK-nya yang bermasalah. Itu urusan perusahaannya," katanya, Kamis (28/5/2026).
Dia juga mengatakan, hingga kini keluarga dari tiga ABK itu belum ada yang datang ke pihak desa untuk meminta bantuan terkait pemulangan tiga awak kapal MSC yang tertahan di Selat Hormuz tersebut.
"Saya juga bermitra dengan imigrasi. Karena mereka (tiga ABK) tidak melakukan pelanggaran, jadi saya tidak dikabari oleh imigrasi," pungkasnya.
Sebelumnya, terdapat delapan ABK kapal MSC yang berasal dari Indonesia. Dari delapan orang tersebut, sebanyak tiga orang berasal dari Desa Lajing, Kecamatan Arosbaya, Kabupaten Bangkalan.(*)
Next News

Harumkan Sumenep, Gita Nada Idaman Al-Munawarah Raih Juara 2 WBL Marching Competition Season 5
15 hours ago

Balap Liar di JLS Sampang, 36 Sepeda Motor Diamankan Polisi
15 hours ago

Melihat Sampang dari Seberang Jalan: Menggugat Pendidikan dan Ruang Perempuan Lewat Diskusi Literasi
17 hours ago

MUI dan HMI Bangkalan Gelar Bedah Buku Etika Pengolahan Air Limbah
17 hours ago

Penginjak Alquran di Pamekasan Terancam 5 Tahun Penjara
17 hours ago

600 Ton Beras SPHP Diduga Dioplos, Kerugian Negara Capai Rp3,3 Miliar
17 hours ago

Pengurus Ranting dan Lembaga MWC NU Pulau Mandangin 2026-2031 Resmi Dilantik
17 hours ago

Warga Bangkalan Temukan Bayi Perempuan Menangis di Teras Toko
3 days ago

Pura-pura Tanya Alamat, Pria Tak Dikenal di Bangkalan Diduga Lecehkan Siswi
3 days ago

HCML Tuan Rumah GCM ke-336, Perkuat Koordinasi Pasokan Gas Jawa Timur–Jawa Tengah
3 days ago




