Produk IKM Sampang Berpeluang Tembus Pasar Maldives, 15 Pelaku Ikuti Kurasi Ekspor
Ach. Mukrim - Saturday, 18 July 2026 | 03:49 AM


salsabilafm.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang terus mendorong produk industri kecil dan menengah (IKM) agar mampu bersaing di pasar internasional. Salah satunya dengan mengusulkan sejumlah produk unggulan lokal untuk dipasarkan ke Maldives melalui program kerja sama ekspor.
Pejabat Fungsional Penyuluh Perindustrian dan Perdagangan Diskopindag Kabupaten Sampang, Muhammad Irwan Ferdiawan, mengatakan, saat ini sejumlah produk IKM telah diusulkan untuk mengikuti proses ekspor. Namun, kepastian produk yang akan dipasarkan masih menunggu hasil kurasi dan business meeting dengan calon pembeli (buyer) dari Maldives.
"Buyer sedang mencari produk lokal untuk dipasarkan di Maldives," katanya, Sabtu (18/7/2026).
Irwan menjelaskan, beberapa produk yang diminati meliputi kopi jahe, bubuk cabai, aneka olahan berbahan daun kelor, serta berbagai produk pangan lokal lainnya. Salah satu syarat utama agar dapat mengikuti program tersebut adalah produk telah memiliki sertifikat halal.
Saat ini, baru 15 pelaku IKM yang mengikuti program tersebut. Menurut Irwan, jumlah peserta masih terbatas karena salah satu persyaratannya adalah kemampuan berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris.
"Sementara baru 15 IKM yang mengusulkan. Yang lain masih terkendala kemampuan berbahasa Inggris," jelasnya.
Dia menambahkan, permintaan ekspor produk olahan ke Maldives merupakan yang pertama diterima Kabupaten Sampang. Program ini diharapkan menjadi langkah awal untuk meningkatkan daya saing produk IKM lokal sehingga mampu menembus pasar global.
Meski demikian, jumlah kebutuhan produk yang akan diekspor masih belum ditentukan dan bergantung pada hasil proses kurasi yang dilakukan oleh buyer.
"Kami berharap semua produk yang diusulkan bisa lolos. Namun, jumlah permintaannya masih menunggu hasil kurasi," jelasnya.
Irwan menerangkan, mekanisme pengiriman ekspor akan menggunakan metode less than container load (LCL), yakni pengiriman dalam jumlah yang belum memenuhi kapasitas satu kontainer. Nantinya, produk asal Sampang akan digabung dengan produk unggulan dari daerah lain di Jawa Timur sebelum dikirim ke Maldives.
"Kemungkinan produk dari seluruh Jawa Timur akan digabung dalam satu kontainer," pungkasnya. (Mukrim)
Next News

508 Kendaraan Dinas di Bangkalan Tunggak Pajak, Nilai Total Rp113 Juta
6 hours ago

Pembangunan Kawasan Industri di Bangkalan Akan Dimulai Awal 2027
6 hours ago

Polresta Sumenep Siagakan 3 Posko Terpadu Bantu Pencarian Korban KM Virgo 8
6 hours ago

Disperta KP Sampang Mulai Data Petani untuk Alokasi Pupuk Bersubsidi 2027
6 hours ago

Sumur Bor 40 Meter di Sumenep Diduga Mengandung Gas
8 hours ago

KPK Sita Uang Ratusan Miliar dalam 20 Koper dari OTT ATR/BPN
8 hours ago

Musik Daul Pamekasan Ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia
8 hours ago

Kemenhaj Akan Verifikasi Ulang 3.000 Travel Umrah
8 hours ago

Gunung Semeru Erupsi Empat Kali, Warga Dengarkan Gemuruh Kuat
8 hours ago

MUI Sampang Bimbing Dominikus Klau Masuk Islam
a day ago




