Idul Khotmi Nasional, Puluhan Ribu Jamaah Tarekat Tijaniyah Padati Ponpes Al-Amien
Redaksi - Friday, 17 July 2026 | 03:31 AM


salsabilafm.com – Sedikitnya 75 ribu jamaah Tarekat Tijaniyah telah tiba di kawasan Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan, Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep. Puluhan ribu peserta tersebut datang untuk mengikuti Idul Khotmi Nasional yang digelar mulai Jumat hingga Ahad (17–19 Juli 2026). Jumlah tersebut diperkirakan masih akan terus bertambah hingga mencapai target panitia sebanyak 100 ribu peserta.
Ketua Panitia, Ustaz Mubasyir, mengatakan, Idul Khotmi merupakan agenda tahunan Tarekat Tijaniyah yang penyelenggaraannya berpindah-pindah setiap tahun. Pada 2026, Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan dipercaya menjadi tuan rumah pelaksanaan tingkat nasional.
"Idul Khotmi ini adalah kegiatan tahunan yang diselenggarakan oleh Tarekat Tijaniyah. Setiap tahun tempatnya berpindah, dan kebetulan tahun ini berpusat di Al-Amien Prenduan," ujarnya, Kamis (16/7/2026).
Dia menjelaskan, hingga Jumat pagi, sebanyak 75 ribu jamaah telah terdata melalui panitia. Mereka berasal dari berbagai daerah di Indonesia, mulai dari Pulau Jawa, Bangka Belitung, Nusa Tenggara, hingga sejumlah wilayah lainnya. Selain itu, kegiatan tersebut juga dihadiri jamaah dari luar negeri, di antaranya Prancis, Maroko, Aljazair, dan Malaysia.
Panitia menargetkan kehadiran sekitar 100 ribu jamaah selama tiga hari pelaksanaan. Untuk mengakomodasi jumlah peserta yang besar, panitia tidak hanya memanfaatkan kawasan Pondok Pesantren Al-Amien, tetapi juga menyiapkan lokasi penginapan dan transit di sejumlah desa sekitar.
"Insyaallah muat, karena penempatannya tidak hanya di dalam kompleks Al-Amien, tetapi juga di luar kawasan pondok," kata Mubasyir.
Jamaah dari luar Jawa Timur dipusatkan di kawasan Al-Amien Prenduan, sedangkan lokasi penampungan lainnya tersebar di sejumlah wilayah sekitar, seperti Pekamban, Rompesan, Larangan Perreng, Sentol, Masaran, hingga Sendang. Sementara jamaah yang datang dari arah barat diarahkan melalui posko-posko yang disiapkan sejak wilayah Pamekasan.
"Untuk mendukung kelancaran kedatangan peserta, kami membentuk lima posko yang berfungsi sebagai tempat pendataan sekaligus lokasi transit jamaah sebelum memasuki area kegiatan," jelasnya
Rangkaian Idul Khotmi dimulai pada Jumat dengan pelaksanaan Hailal Akbar, dilanjutkan Istigasah pada Sabtu, dan ditutup pada Ahad dengan pengajian akbar sebagai puncak acara. Sejumlah ulama dan syurafa dari Maroko dijadwalkan hadir memberikan tausiyah kepada para jamaah. Maroko sendiri merupakan pusat perkembangan Tarekat Tijaniyah di dunia.
Membludaknya jumlah peserta juga berdampak pada meningkatnya arus kendaraan menuju Kabupaten Sumenep. Kepadatan lalu lintas diperkirakan terjadi di jalur utama Pulau Madura, terutama dari arah Suramadu hingga kawasan Prenduan, karena mayoritas jamaah datang menggunakan kendaraan pribadi, bus, travel, maupun rombongan dari berbagai daerah.
Meski demikian, panitia memastikan koordinasi dengan aparat keamanan telah dilakukan jauh hari sebelum pelaksanaan kegiatan.
"Alhamdulillah koordinasi dengan kepolisian berjalan dengan lancar," pungkasnya. (*)
Next News

Jadi Inspektur Upacara HUT ke-81 RI, Bupati Sampang Ajak Masyarakat Tingkatkan Gotong Royong
18 hours ago

890 Jumlah IKM di Sampang, 149 yang Tergabung dalam Sentra Industri
18 hours ago

Puncak Festival Pesisir ke-5, 400 Nelayan Gemakan Budaya Mandangin
2 days ago

Ikuti Renungan Suci HUT ke-81, Bupati Sampang: Kemerdekaan Lahir dari Pengorbanan
3 days ago

Festival Pesisir ke-5 HCML Dimulai, Ratusan Warga Mandangin Nikmati Layanan Adminduk dan Khitan Gratis
4 days ago

Bantu Warga Terdampak Kekeringan, MWC NU Banyuates Sampang Salurkan Air Bersih
4 days ago

Kebakaran Hanguskan 2 Rumah di Pamekasan, Kerugian Ditaksir Rp200 Juta
4 days ago

Laga Soekarno Cup di Bangkalan Ricuh, Seorang Official Tim Diduga Pukul Wasit
4 days ago

Waskita Beton Precast Matangkan Kesiapan Gedung Jurusan Kesehatan POLTERA, Target Rampung Akhir Agustus 2026
5 days ago

Siswi di Pamekasan Meninggal Akibat Steven Johnson Syndrome, Dinkes: Hanya Satu Kasus
5 days ago
