Kamis, 16 Juli 2026
Salsabila FM
Lintas Berita

PCNU Sampang Salurkan Air Bersih ke 4 Desa Terdampak Kekeringan di Karang Penang

Ach. Mukrim - Thursday, 16 July 2026 | 07:34 AM

Background
PCNU Sampang Salurkan Air Bersih ke 4 Desa Terdampak Kekeringan di Karang Penang
PCNU Sampang distribusikan air bersih ke kecamatan karang Penang. (Mukrim/Salsa/)

salsabilafm.com - Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Sampang, Jawa Timur kembali menyalurkan bantuan air bersih ke wilayah terdampak kekeringan. Kali ini, distribusi dilakukan di empat desa di Kecamatan Karang Penang.


Empat titik penerima bantuan tersebut meliputi Desa Poreh, Desa Bulmatet, Desa Gunung Kesan Utara, dan Desa Karang Penang Oloh.


Ketua PCNU Sampang, KH M. Itqan Bushiri, mengatakan, penyaluran air bersih tersebut merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap musim kemarau. Tahun ini, kegiatan tersebut sudah memasuki penyaluran kedua setelah sebelumnya dilakukan di Kecamatan Kedungdung.




"Ini sebenarnya sudah kami lakukan setiap musim kekeringan. Tahun ini merupakan penyaluran yang kedua. Sebelumnya kami telah menyalurkan bantuan air bersih di Kecamatan Kedungdung," katanya, Kamis (16/7/2026).


Dia menjelaskan, kegiatan tersebut digagas oleh Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU) bersama Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) melalui penggalangan donasi dari masyarakat.




Berbeda dengan penyaluran bantuan pada umumnya, PCNU Sampang memprioritaskan distribusi air bersih ke masjid dan madrasah. Sebab, kedua fasilitas tersebut dinilai belum banyak tersentuh bantuan pemerintah saat musim kekeringan.


"Keunikan Nahdlatul Ulama adalah hadir mengisi ruang-ruang yang belum banyak mendapat perhatian. Saat musim kekeringan, bantuan pemerintah umumnya diprioritaskan kepada masyarakat. Karena itu kami memprioritaskan masjid dan madrasah. Jika masih ada sisa air, baru kami salurkan kepada masyarakat," jelasnya.


Menurutnya, kondisi kekeringan di sejumlah wilayah Kabupaten Sampang kini semakin memprihatinkan. Di salah satu lokasi di Desa Poreh, warga bahkan membuat kolam penampungan air berkapasitas sekitar tiga tangki untuk digunakan mandi bersama akibat sulitnya memperoleh air bersih.




"Kondisi ini menunjukkan betapa beratnya dampak kekeringan yang dirasakan masyarakat. Air yang sudah berubah warna terpaksa dibuang dan diganti dengan yang baru karena sudah tidak layak digunakan," tuturnya.


Dia juga berharap semakin banyak donatur yang ikut berpartisipasi dalam membantu penyediaan air bersih bagi masyarakat terdampak kekeringan. Selain itu, pihaknya juga meminta pemerintah agar lebih memperhatikan daerah-daerah yang mengalami krisis air bersih.




"Kami berharap kebutuhan air bersih masyarakat dapat terpenuhi. Kami juga berharap pemerintah memberikan perhatian lebih kepada wilayah-wilayah yang terdampak kekeringan, sementara kami tetap memprioritaskan bantuan untuk masjid dan madrasah yang selama ini jarang mendapatkan perhatian," pungkasnya. (Mukrim)