Jumat, 17 Juli 2026
Salsabila FM
Lintas Berita

Diikuti 3.624 Peserta, Kemenag Sumenep Masuk 12 Besar Gerakan Indonesia Berkiblat

Redaksi - Friday, 17 July 2026 | 03:33 AM

Background
Diikuti 3.624 Peserta, Kemenag Sumenep Masuk 12 Besar Gerakan Indonesia Berkiblat
Kepala Kementerian Agama Abdul Wasid saat menentukan arah kiblat ( Istimewa/)


salsabilafm.com  - Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sumenep mencatatkan capaian membanggakan dalam pelaksanaan Gerakan Nasional Indonesia Berkiblat 1448 Hijriah melalui kegiatan Rashdul Kiblat. Sebanyak 3.624 peserta dari wilayah daratan hingga kepulauan berpartisipasi dalam kegiatan tersebut, sehingga mengantarkan Kemenag Sumenep masuk dalam 12 besar kabupaten/kota di Jawa Timur dengan jumlah peserta terbanyak.


Pelaksanaan Rashdul Kiblat berlangsung pada 15–16 Juli 2026 bertepatan dengan momen ketika posisi matahari berada tepat di atas Kakbah, sehingga dapat dimanfaatkan masyarakat untuk memastikan kembali arah kiblat secara akurat.




Kegiatan di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sumenep dipimpin langsung oleh Kepala Kantor Kemenag, Abdul Wasid, didampingi Kepala Subbagian Tata Usaha, para kepala seksi, Tim Badan Hisab Rukyat (BHR), serta seluruh aparatur sipil negara di lingkungan Kemenag Sumenep.


Dalam laporannya, Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam, Moh. Mabrur, menyampaikan, tingginya partisipasi masyarakat merupakan hasil sinergi seluruh jajaran Kementerian Agama, mulai dari penghulu, penyuluh agama, kepala madrasah, hingga Tim BHR yang aktif melakukan sosialisasi kepada masyarakat.


Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadi kunci keberhasilan dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya memastikan arah kiblat sesuai kaidah ilmu falak.




"Keberhasilan ini merupakan hasil kerja sama seluruh jajaran Kementerian Agama yang bergerak bersama memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya pelaksanaan Rashdul Kiblat," ujar Moh. Mabrur, Kamis (16/7/2026).


Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sumenep, Abdul Wasid, mengatakan Gerakan Nasional Indonesia Berkiblat merupakan bagian dari penguatan layanan keagamaan yang bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai penentuan arah kiblat secara tepat.




Menurut dia, keterlibatan ribuan peserta menjadi bukti tingginya kepedulian masyarakat terhadap pelaksanaan ibadah yang sesuai dengan ketentuan syariat.


"Rashdul Kiblat bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi merupakan bentuk layanan keagamaan yang memberikan edukasi kepada masyarakat agar memiliki pemahaman yang benar mengenai arah kiblat," katanya.


Abdul Wasid juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran Kementerian Agama Kabupaten Sumenep yang telah berkontribusi menyukseskan kegiatan tersebut, mulai dari penghulu, penyuluh agama, Tim Badan Hisab Rukyat, kepala madrasah, hingga seluruh ASN.




Menurutnya, keberhasilan masuk 12 besar di tingkat Provinsi Jawa Timur menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan keagamaan kepada masyarakat.


"Prestasi ini merupakan hasil kolaborasi seluruh unsur Kementerian Agama. Semoga semangat kebersamaan ini terus terjaga sehingga berbagai program layanan keagamaan dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat secara lebih luas," ucapnya. (*)