Rabu, 22 Juli 2026
Salsabila FM
Lintas Berita

Gubernur Jatim: Sekolah Rakyat Terpadu di Sampang Jadi yang Terluas di Indonesia

Ach. Mukrim - Tuesday, 21 July 2026 | 10:48 AM

Background
Gubernur Jatim: Sekolah Rakyat Terpadu di Sampang Jadi yang Terluas di Indonesia
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar parawansa saat meninjau SRT di Sampang. (Mukrim/Salsa/)

salsabilafm.com - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau pembangunan Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) di Kabupaten Sampang, Selasa (22/7/2026). Dalam kunjungan itu, dia didampingi Wakil Bupati Sampang Ahmad Mahfud, jajaran Dinas Sosial Jawa Timur, dan kepala organisasi perangkat daerah (OPD) setempat. 


Khofifah mengatakan, SRT merupakan program pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial yang diperuntukkan bagi jenjang SD, SMP, dan SMA. Menurutnya, hasil peninjauan menunjukkan kompleks SRT di Kabupaten Sampang menjadi yang terluas di Indonesia.


"Setelah kami tinjau, Sekolah Rakyat di Kabupaten Sampang ini merupakan yang terluas di Indonesia. Kabupaten Sampang sangat luar biasa karena mampu menyiapkan Sekolah Rakyat Terpadu dengan kawasan terluas," katanya.




Menurutnya, kawasan sekolah tersebut telah dilengkapi berbagai fasilitas penunjang, seperti asrama, ruang belajar, masjid, lapangan, hingga lintasan jogging yang nantinya dapat dimanfaatkan untuk sepak bola dan berbagai cabang olahraga lainnya.


"Ini menjadi bagian penting agar kita tidak hanya berbicara tentang Indonesia Emas 2045, tetapi juga menyiapkan jalannya. Salah satunya melalui Sekolah Rakyat yang dipersiapkan oleh Bapak Presiden," jealsnya.




Menurut Khofifah, konsep Sekolah Rakyat kini ditingkatkan menjadi Sekolah Rakyat Terpadu (SRT). Sebelumnya, sekolah rintisan hanya melayani satu jenjang pendidikan, seperti SMA atau SMP. Sementara SRT menggabungkan jenjang SD, SMP, dan SMA dalam satu kawasan pendidikan.


"Saat ini, SRT rintisan baru tersedia di Ponorogo dan Banyuwangi. Ke depan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur menargetkan pembangunan 18 Sekolah Rakyat Terpadu di berbagai daerah," jelasnya 


Dia mengatakan, program tersebut diperuntukkan bagi masyarakat desil 1 dan desil 2. Tujuannya untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan.




"Ini adalah salah satu cara paling efektif di dunia untuk memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan. Harapannya anak-anak di sini dapat menyusun cita-cita dan menjadi sumber kebahagiaan bagi keluarganya," ucapnya.


Gubernur menambahkan, pembangunan SRT di Kabupaten Sampang ditargetkan rampung dalam empat hari ke depan sehingga siap digunakan. Material genteng yang digunakan juga berasal dari UMKM Kecamatan Karang Penang, Kabupaten Sampang.




"Penggunaan genteng dari Karang Penang merupakan salah satu cara menyerap produk UMKM daerah setempat, khususnya Kabupaten Sampang," ujarnya.


Dia menargetkan para siswa mulai masuk sekolah dan mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) pada 31 Juli 2026.


Menurut Khofifah, SRT yang telah lebih dulu memulai MPLS berada di Ponorogo, Madiun, serta Kabupaten dan Kota Kediri. Sementara daerah lainnya, termasuk Kabupaten Sampang, dijadwalkan memulai MPLS secara bersamaan pada 31 Juli.




Terkait tenaga pendidik, kata Khofifah, kepala sekolah telah ditetapkan. Sementara proses penempatan guru masih berlangsung melalui koordinasi antara Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur dan Pemerintah Kabupaten Sampang.


Selain guru, setiap SRT juga akan memiliki wali asuh yang berasal dari relawan Program Keluarga Harapan (PKH), Taruna Siaga Bencana (Tagana), dan Dinas Sosial.




"Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga akan menyiapkan guru mengaji di setiap Sekolah Rakyat Terpadu. Langkah itu dilakukan agar waktu luang para siswa dapat dimanfaatkan untuk kegiatan membaca dan menghafal Al-Qur'an sebagai bagian dari pembinaan karakter di lingkungan sekolah," pungkasnya. (Mukrim)