Kamis, 10 September 2026
Salsabila FM
Lintas Berita

Sudah 5 Tahun, Empat Ruang Kelas di SDN Pakaan Laok 1 Bangkalan Rusak

Redaksi - Thursday, 10 September 2026 | 04:13 AM

Background
Sudah 5 Tahun, Empat Ruang Kelas di SDN Pakaan Laok 1 Bangkalan Rusak
Kondisi empat ruang kelas di SDN Pakaan Laok 1. (Istimewa/)


salsabilafm.com - Sudah lima tahun terakhir, empat ruang kelas di SDN Pakaan Laok 1, Desa Pakaan Laok, Kecamatan Galis, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur rusak berat. 


Guru SDN Pakaan Laok 1, Imam Syafi'i mengatakan empat ruang kelas yang rusak sebelumnya digunakan untuk Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) bagi siswa kelas 1,2,3 dan 4




Namun, bangunan yang sudah lapuk itu perlahan rusak dan tidak mendapatkan perbaikan. Kerusakan empat ruang kelas itu juga semakin parah setelah diterjang angin puting beliung beberapa tahun lalu. Akibatnya, atap dan bangunan yang sudah lapuk pun ambruk dan rusak.


Namun kondisi itu tidak membuat sekolah mendapatkan perbaikan dari pemerintah. Bahkan, empat ruang kelas itu kini ditumbuhi ilalang.


"Total awalnya ada 7 bangunan. Namun sejak 5 tahun lalu empat ruang kelas rusak, jadi saat ini yang bisa digunakan hanya tiga ruang kelas," ungkapnya, Rabu (9/9/2026)




Tiga ruang kelas itulah yang digunakan oleh ia dan para guru untuk mengajar 87 siswanya. Setiap kelas disekat menjadi dua agar siswa tetap bisa belajar sesuai kelasnya masing-masing. 


Meski jumlah ruangan cukup terbatas namun semangat para siswa untuk belajar tidak menurun. Bahkan, para siswa juga gemar membaca ditengah keterbatasan fasilitas tersebut.




"Kami tidak punya perpustakaan namun untuk buku bacaan tetap kami sediakan," kata Imam. Buku bacaan para siswa itu diletakkan di ruang guru. Setiap siswa yang hendak membaca akan mengambil buku tersebut dan dibaca di meja masing-masing lalu dikembalikan lagi.


Jumlah buku bacaan yang disediakan sekolah tak banyak, sebab pihak sekolah memiliki ruang yang terbatas untuk menyimpan buku-buku tersebut. 


"Siswa itu tetap semangat baca, meski tidak semuanya lancar. Namun mereka semangat belajar," pungkas Imam. 




Ia berharap, sekolahnya bisa segera mendapatkan perhatian sehingga para siswa bisa belajar dengan nyaman dan aman di ruang kelas yang memadai.(*)