BPBD Sumenep Salurkan Air Bersih ke 11 Desa Kritis
Redaksi - Thursday, 10 September 2026 | 04:17 AM


salsabilafm.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumenep terus melakukan distribusi air bersih ke wilayah yang mengalami kekeringan kritis.
Kepala BPBD Sumenep Kamiluddin mengatakan, hingga Rabu 9 September 2026, terdapat 11 desa di empat kecamatan yang masuk kategori kering kritis.
Wilayah tersebut meliputi Desa Montorna, Prancak, Lebeng Barat, dan Campaka di Kecamatan Pasongsongan. Selanjutnya Desa Kombang dan Poteran di Kecamatan Talango, Desa Basoka dan Mandala di Kecamatan Rubaru, serta Desa Batuputih Daya, Batuputih Laok, dan Larangan Barma di Kecamatan Batuputih.
Menurut Kamiluddin, seluruh desa tersebut telah mendapatkan bantuan air bersih. Penyaluran dilakukan secara berkala karena kapasitas air dalam satu tangki dinilai dapat mencukupi kebutuhan warga selama beberapa hari.
"Setiap tangki membawa sekitar 5.000 liter air bersih yang digunakan masyarakat untuk kebutuhan sehari-hari, seperti memasak, minum, dan mandi," ujarnya, Kamis 10 September 2026.
Kamiluddin menyebutkan, ancaman kekeringan masih berpotensi meluas seiring berlangsungnya musim kemarau. BPBD bahkan telah menerima laporan dari Kecamatan Gayam yang mencakup Desa Pancor, Gendang Barat, dan Prambanan.
Untuk sementara, warga di tiga desa tersebut mendapatkan air dari sumber terdekat yang diangkut menggunakan kendaraan pikap dengan tandon berkapasitas sekitar 1.200 liter.
BPBD Sumenep juga tengah mengupayakan bantuan penanganan kekeringan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui skema Belanja Tak Terduga atau BTT.
Kamiluddin menambahkan, pemerintah daerah telah berupaya mencari sumber air melalui pengeboran. Namun, upaya tersebut tidak selalu berhasil karena sebagian sumber air yang ditemukan memiliki kualitas yang tidak layak untuk konsumsi.
Sementara itu, warga Desa Montorna, Kecamatan Pasongsongan, Moh Ali Rizqon berharap distribusi air bersih dapat dilakukan secara tepat waktu, mengingat masyarakat setempat sangat bergantung pada bantuan air selama musim kemarau.
Ia menyebut, keterbatasan sumber air di wilayahnya semakin terasa ketika kemarau mencapai puncaknya. (*)
Next News

Penyidik KPK AKBP Rossa Purbo Bekti Diangkat Jadi Kapolres Bangkalan
6 hours ago

Begini Penjelasan Polisi Soal Perusakan Indomaret di Pamekasan
6 hours ago

Mahfud MD: Pembentukan Wantimpres Prabowo Langgar Undang-Undang
6 hours ago

Veda Ega Pratama Pecahkan Rekor Poin Debutan Honda Team Asia di Moto3
6 hours ago

Bertemu Presiden Mesir, Prabowo Ungkap Bahasa lndonesia Kini Diajarkan di Al-Azhar
6 hours ago

Polda Jatim Sita 4,7 Juta Butir Obat Keras Selama Januari-September 2026
6 hours ago

Tangani Bencana Kekeringan, Pemkab Sampang bersama SKK Migas Jabanusa - HCML Bantu Air Bersih
a day ago

Kecelakaan di JLS Sampang, 1 Orang Meninggal Dunia
a day ago

9 Nelayan Sumenep Ditahan Otoritas Australia, 2 Dikarantina karena Sakit
a day ago

Tanggapi Pembongkaran Paksa Minimarket di Pamekasan, Begini Penjelasan Emil Dardak
a day ago





