Jumat, 30 Oktober 2026
Salsabila FM
Lintas Berita

Pura-pura Tanya Alamat, Pria Tak Dikenal di Bangkalan Diduga Lecehkan Siswi

Redaksi - Friday, 30 October 2026 | 05:49 AM

Background
Pura-pura Tanya Alamat, Pria Tak Dikenal di Bangkalan Diduga Lecehkan Siswi
Ilustrasi asusila. (Istimewa/)

salsabilafm.com  - Seorang siswi madrasah berusia 12 tahun di Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, diduga mengalami pelecehan oleh pria tak dikenal. Pria tersebut berpura-pura menanyakan alamat saat korban berjalan seorang diri menuju sekolah. 


Kepala Desa Martajasah, Rahmat, mengatakan, peristiwa itu bermula ketika korban hendak berangkat ke madrasah pada Rabu (28/10/2026) sore.


Dalam perjalanan, seorang pria menghentikan langkah korban dengan berpura-pura menanyakan alamat. Korban menjawab tidak mengetahui alamat yang dimaksud, lalu kembali berjalan menuju sekolah. Namun, pria itu kembali menghentikan korban. 




Dia kemudian mengeluarkan ponsel dan memutar video tak senonoh. Pria itu juga memegangi kaki korban hingga membuatnya ketakutan. Korban berhasil melepaskan diri dan berlari hingga tiba di sekolah. 


"Kami belum mengetahui secara pasti motifnya apa. Apakah pelaku memang berniat melakukan pelecehan atau tindak kriminal lainnya," kata Rahmat, Kamis (29/10/2026).




Setelah kejadian tersebut, pemerintah desa berkoordinasi dengan perangkat desa dan tokoh masyarakat untuk menindaklanjutinya. Mereka kemudian mendatangi sejumlah sekolah di sekitar lokasi kejadian untuk memberikan sosialisasi dan imbauan kepada siswa agar waspada terhadap orang tak dikenal.


"Kami melakukan kunjungan ke sekolah disekitar sini memberikan imbauan agar lebih berhati-hati dan diberikan arahan pada siswa agar waspada pada orang tak dikenal," ujarnya. 


Pemerintah desa juga mengimbau para orangtua agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak. Rahmat turut menyampaikan imbauan agar anak tidak dibekali ponsel dan siswi tidak menggunakan perhiasan.




"Itu semua kami lakukan agar bisa mengantisipasi kejadian serupa agar tak terulang. Dan jika mengalami hal itu wajib melapor ke guru maupun orangtua," kata Rahmat. 


Meski demikian, Rahmat menyebut keluarga korban belum melaporkan kejadian tersebut ke polisi. Orang tua korban khawatir anaknya mengalami trauma berlebih. (*)