Selasa, 27 Oktober 2026
Salsabila FM
Lintas Berita

Petani Pamekasan Temukan Mayat Membusuk di Semak-semak

Redaksi - Tuesday, 27 October 2026 | 03:50 AM

Background
Petani Pamekasan Temukan Mayat Membusuk di Semak-semak
TNI dan warga berada di lokasi penemuan mayat di Desa Plakpak, Kecamatan Pegantenan, (Istimewa/)

salsabilafm.com  – Warga menemukan mayat laki-laki dalam kondisi membusuk di semak-semak Desa Plakpak, Kecamatan Pegantenan, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, Selasa (27/10/2026) pagi. 


Identitas korban belum diketahui. Kondisi mayat sudah sulit dikenali. Bahkan, sebagian tubuhnya telah menjadi tengkorak. 


Personel TNI, polisi, dan puluhan warga telah berada di lokasi. Namun, hingga berita ini ditulis, mayat tersebut belum dievakuasi.




Bintara Pembina Desa (Babinsa) Plakpak, Serma Riyadi, membenarkan penemuan mayat tersebut pada Selasa pagi.


"Kondisinya sudah membusuk. Tidak bisa dikenali warga," ungkapnya.




Riyadi mengatakan, mayat ditemukan tergeletak di semak-semak dengan mengenakan baju berkerah dan celana pendek. Di tubuhnya juga terdapat sarung berwarna merah kombinasi putih. 


Mayat tersebut pertama kali ditemukan oleh seorang petani yang hendak pergi ke sawah. Penemuan itu kemudian menarik perhatian warga sekitar yang berdatangan ke lokasi.


"Mayat laki-laki. Usianya belum bisa dipastikan, tapi sepertinya sudah berumur," tuturnya. 




Riyadi menyampaikan, warga setempat tidak mengenali korban. Dia menduga korban bukan warga Desa Plakpak.


Lokasi penemuan mayat berada jauh dari permukiman warga. Selain itu, petugas belum menemukan petunjuk mengenai identitas korban di lokasi. 




Menurut Riyadi, selama sebulan terakhir tidak ada laporan warga setempat yang hilang. Dia juga menyebutkan tidak ada warga dari desa lain di Kecamatan Pegantenan yang dilaporkan hilang dalam periode tersebut.


"Perkiraan sementara, dilihat dari kondisinya, mayat sudah sebulan meninggal," ucapnya. 


Sementara itu, Kapolsek Pegantenan Iptu Bambang Budiyanto membenarkan penemuan mayat tersebut. 




"Untuk saat ini kami belum bisa memberikan keterangan. Anggota masih di lokasi," katanya. (*)