MUI Minta Warga Bangkalan Tak Mudah Percaya Oknum yang Mengaku Imam Mahdi
Redaksi - Tuesday, 27 October 2026 | 02:51 AM


salsabilafm.com - Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH M Cholil Nafis menyoroti dugaan penipuan berkedok ajaran agama di Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, yang disebut merugikan para pengikut hingga Rp1,3 miliar.
Dalam laporan MUI Digital, sosok berinisial FF disebut dilaporkan ke polisi atas dugaan penipuan dan pemerasan. Dia juga disebut mengaku sebagai 'Imam Mahdi' serta menyebut ayahnya sebagai Ratu Adil.
"Memang Imam Mahdi itu dalam keyakinan Islam akan datang pada akhir zaman. Tapi ketika dia ngaku sebagai Imam Mahdi, itu sudah jelas merupakan kesalahan dan kesesatan," ujar Cholil dikutip dari MUI Digital, Selasa (27/10/2026).
Cholil menilai, persoalan dalam kasus tersebut mencakup klaim keagamaan, ancaman terhadap pengikut, serta penggunaan dalih agama untuk meminta uang.
Cholil menjelaskan, dalam keyakinan Ahlussunnah wal Jamaah, Imam Mahdi diyakini akan datang pada akhir zaman. Menurutnya, riwayat hadis menjelaskan, karakteristik Imam Mahdi, termasuk garis keturunannya yang berasal dari keturunan Fatimah, putri Nabi Muhammad SAW.
Karena itu, dia menolak klaim sepihak seseorang yang mengaku sebagai Imam Mahdi tanpa dasar yang dapat dipertanggungjawabkan. Selain pengakuan sebagai Imam Mahdi, Cholil menyoroti dugaan ancaman terhadap para pengikut.
Menurut laporan MUI Digital yang mengutip kesaksian korban, FF disebut mengancam pengikut yang tidak memenuhi permintaan uang akan meninggal dalam kurun waktu tertentu atau imannya dicabut. Cholil menilai, klaim memiliki kuasa atas umur dan keimanan orang lain tidak dapat dibenarkan.
"Wong dirinya sendiri tidak tahu pada takdirnya sendiri, bagaimana bisa tahu pada takdir orang lain? Kalau tahu, saya pikir enggak bakalan dia nipu dan akhirnya dilaporkan ke polisi," ujarnya.
Persoalan lain yang disoroti Cholil adalah dugaan pemanfaatan kepatuhan pengikut untuk memperoleh uang. Dalam laporan tersebut, korban disebut diminta menyetorkan uang secara bertahap dengan dalih penebusan dosa, umur panjang, dan keselamatan keluarga.
Total kerugiannya disebut mencapai Rp1,3 miliar. Cholil menyayangkan penghormatan berlebihan terhadap seorang figur apabila dimanfaatkan untuk menekan pengikut dan memperoleh keuntungan pribadi.
Menurutnya, penghormatan masyarakat kepada guru agama perlu disertai pemahaman keagamaan yang memadai agar tidak mudah disalahgunakan.
Cholil mengatakan, kuatnya penghormatan kepada guru ngaji dan kiai dalam masyarakat dapat dimanfaatkan oleh pihak yang tidak memiliki kompetensi keilmuan. Dia mengaitkan hal tersebut dengan kultur masyarakat setempat yang menempatkan tokoh agama dalam posisi terhormat.
"Dulu para kiai adalah orang alim yang memberi ajaran-ajaran yang baik. Tapi itu dimanfaatkan oleh orang yang tidak alim dengan cara menghegemoni masyarakat seakan-akan dia kiai," ungkapnya.
Dia mengingatkan masyarakat agar tidak menilai kelayakan seseorang sebagai pembimbing agama hanya berdasarkan penampilan atau latar belakang keluarganya.
Untuk mencegah kasus serupa, Cholil mendorong peningkatan literasi keagamaan dan pemanfaatan media digital sebagai sarana pendidikan umat.
Dia juga menekankan pentingnya memilih pesantren atau lembaga pendidikan Islam yang memiliki sanad keilmuan dan kurikulum jelas. Bagi masyarakat yang merasa menjadi korban, Cholil mengimbau agar mencari pendampingan ulama tepercaya, berkonsultasi dengan organisasi keagamaan, serta berkoordinasi dengan pihak berwajib. (*)
Next News

Petani Pamekasan Temukan Mayat Membusuk di Semak-semak
6 hours ago

GKNI Sampang Sentil Satpol PP: PKL Ditertibkan, Parkir Liar Kapan Ditindak?
7 hours ago

Pasar Tambelangan Sampang Terbakar, 3 Lapak Pedagang Hangus
7 hours ago

Istana Balon di Pasar Malam Bangkalan Kempes, Para Pengunjung Panik dan Histeris
7 hours ago

Marah Tak Diberi Salep, Oknum Kades di Bangkalan Diduga Pukul Perawat Puskesmas
7 hours ago

PAUD Idaman Al-Munawarah Borong 3 Juara Fashion Show HSN dan Harjad Sumenep
7 hours ago

Operasi Patuh Semeru 2026, Satlantas Sampang Prioritaskan Lawan Arus dan Tak Pakai Helm
a day ago

2 Hari Pencarian Nihil, SAR Hentikan Pencarian Pemancing Hilang di Ketapang Sampang
a day ago

Anggaran Pengadaan Pembersih Lantai hingga Tisu Basah di Pamekasan Capai Rp102 Juta
a day ago

Polisi Dalami Dugaan Penipuan 'Imam Mahdi' di Bangkalan, Korban Rugi Rp1,3 Miliar
a day ago





