Minggu, 1 November 2026
Salsabila FM
Lintas Berita

MUI dan HMI Bangkalan Gelar Bedah Buku Etika Pengolahan Air Limbah

Redaksi - Sunday, 01 November 2026 | 07:19 AM

Background
MUI dan HMI Bangkalan Gelar Bedah Buku Etika Pengolahan Air Limbah
Ketua MUI Kabupaten Bangkalan, K.H. Muhammad Makki Nasir dalam Launching dan Bedah Buku Common Sense in Action. (Istimewa/)


salsabilafm.com - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bangkalan berkolaborasi dengan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bangkalan menggelar kegiatan Launching dan Bedah Buku berjudul "Common Sense in Action: Membangun Kesadaran Etika melalui Pengolahan Air Limbah" di Pendopo Agung Bangkalan pada Kamis (29/10/2026). 


Acara tersebut dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat, akademisi, hingga mahasiswa. Mereka antusias memadati area pendopo untuk mengikuti jalannya diskusi interaktif mengenai pentingnya menjaga kelestarian lingkungan hidup.




Melalui forum edukasi ini, para peserta diajak untuk memperdalam pemahaman bahwa pengolahan air limbah bukan sekadar persoalan teknis atau urusan sanitasi semata. Lebih dari itu, persoalan kelestarian air sangat berkaitan erat dengan nilai-nilai kesadaran etika, tanggung jawab sosial, serta kepedulian bersama dalam menjaga ekosistem darat dan perairan di wilayah Bangkalan agar tetap sehat berkelanjutan.


Ketua MUI Kabupaten Bangkalan, K.H. Muhammad Makki Nasir menegaskan, menjaga kelestarian alam merupakan bagian dari pengejawantahan nilai-nilai keagamaan dan kepedulian sosial.


"Pengelolaan air limbah yang benar adalah cerminan dari etika dan kepedulian kita terhadap sesama, sehingga kolaborasi bersama elemen kepemudaan seperti HMI ini menjadi langkah krusial untuk menggerakkan kesadaran masyarakat," tuturnya.




Sebagai bentuk aksi nyata, rangkaian acara tidak hanya berhenti pada pemaparan materi buku dan ruang pertukaran pemikiran semata. Panitia penyelenggara juga mengagendakan Pemasangan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) secara langsung di beberapa titik strategis, sehingga edukasi berbasis literasi ini beriringan dengan langkah konkret di lapangan untuk menguraikan permasalahan limbah secara bertahap.


Sinergi antara nilai keagamaan, pemikiran akademis, serta tindakan nyata ini diharapkan mampu memperluas dampak positif ke seluruh lapisan masyarakat di Kabupaten Bangkalan. (*)