Pemprov Jatim kirim air bersih guna atasi kekeringan di Kabupaten Bangkalan
Redaksi - Thursday, 10 September 2026 | 04:16 AM


salsabilafm.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim membantu mengatasi kekeringan di Kabupaten Bangkalan dengan mendistribusikan bantuan air bersih ke desa terdampak di wilayah itu.
"Desa yang menjadi sasaran bantuan air bersih Pemprov Jatim adalah Desa Batangan, Kecamatan Tanah Merah," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemkab Pamekasan M Zainul Qomar di Bangkalan, Rabu.
Ia menjelaskan, Desa Batangan merupakan satu dari 34 desa terdampak kekeringan dan kekurangan air bersih di Kabupaten Bangkalan saat musim kemarau seperti sekarang ini.
Selain menyalurkan bantuan air bersih, Pemprov melalui BPBD Jatim juga menyerahkan bantuan berupa 1 unit tandon kapasitas 1.200 liter, 50 buah jerigen kapasitas 15 liter dan 2 tandon lipat kapasitas 1.575 liter.
Menurut Zainul, bantuan distribusi air bersih ke desa terdampak kekeringan dan kekurangan air bersih di Kabupaten Bangkalan itu sebagai bentuk kepedulian pemerintah provinsi atas bencana kekeringan yang melanda Kabupaten Bangkalan.
"Selain ke Desa Batangan, bantuan distribusi air bersih oleh Pemprov Jatim juga ke sejumlah desa lain yang juga terdampak kekeringan," katanya.
Menurut Zainul, total bantuan yang diserahkan Pemprov Jatim untuk distribusi air bersih sebanyak Rp99 juta atau 198 rit.
"Penyaluran ke desa lain, atau selain Desa Batangan ini selanjutnya akan dilakukan oleh BPBD Pemkab Bangkalan," katanya.
Selain bantuan air bersih, Pemprov Jatim juga memberikan sebanyak 40 unit tandon air kapasitas 1.200 liter dan 100 buah jerigen air kapasitas 15 liter.
Menurut Kepala BPBD Pemkab Bangkalan M Zainul Qomar, di Kabupaten Bangkalan, sebanyak 10 Kecamatan terdampak kekeringan, yakni Kecamatan Blega, Arosbaya, Sepulu, Kokop, Tanah Merah, Konang, Galis, Geger, Kwanyar, dan Kecamatan Klampis, dengan jumlah total mencapai 38.625 jiwa atau 15.789 kepala keluarga (KK).
"Jumlah desa yang mengalami kekeringan juga bertambah, dari sebelumnya 27 desa menjadi 34 desa," katanya.
Menurut Zainul, bantuan distribusi air bersih ini merupakan salah satu upaya untuk mengatasi kekeringan yang dilakukan pemerintah.
Upaya lain yang juga sedang dilakukan pemerintah dengan melakukan pengeboran sumber mata air, bekerja sama dengan TNI dan dukungan pelaku usaha melalui program tanggungjawab sosial perusahaan. (*)
Next News

Harumkan Sumenep, Gita Nada Idaman Al-Munawarah Raih Juara 2 WBL Marching Competition Season 5
11 hours ago

Balap Liar di JLS Sampang, 36 Sepeda Motor Diamankan Polisi
11 hours ago

Melihat Sampang dari Seberang Jalan: Menggugat Pendidikan dan Ruang Perempuan Lewat Diskusi Literasi
13 hours ago

MUI dan HMI Bangkalan Gelar Bedah Buku Etika Pengolahan Air Limbah
13 hours ago

Penginjak Alquran di Pamekasan Terancam 5 Tahun Penjara
13 hours ago

600 Ton Beras SPHP Diduga Dioplos, Kerugian Negara Capai Rp3,3 Miliar
13 hours ago

Pengurus Ranting dan Lembaga MWC NU Pulau Mandangin 2026-2031 Resmi Dilantik
13 hours ago

Warga Bangkalan Temukan Bayi Perempuan Menangis di Teras Toko
3 days ago

Pura-pura Tanya Alamat, Pria Tak Dikenal di Bangkalan Diduga Lecehkan Siswi
3 days ago

HCML Tuan Rumah GCM ke-336, Perkuat Koordinasi Pasokan Gas Jawa Timur–Jawa Tengah
2 days ago





