4 Gunung Api di Indonesia Erupsi Bersamaan Pagi Ini
Redaksi - Sunday, 06 September 2026 | 05:12 AM


salsabilafm.com – Sejumlah gunung api di Indonesia mengalami erupsi pada hari yang sama. Hingga Minggu (6/9/2026) pagi, setidaknya terdapat empat gunung api yang dilaporkan mengalami erupsi, yakni Gunung Anak Krakatau, Gunung Ibu, Gunung Ili Lewotolok, dan Gunung Semeru.
Keempat gunung api tersebut berada di wilayah berbeda. Gunung Anak Krakatau berada di Selat Sunda, Gunung Semeru di Jawa Timur, Gunung Ili Lewotolok di Nusa Tenggara Timur, sedangkan Gunung Ibu berada di Halmahera Barat, Maluku Utara.
Gunung Anak Krakatau tercatat mengalami erupsi pada Minggu (6/9) sekitar pukul 07.10 WIB. Berdasarkan laporan Badan Geologi Kementerian ESDM, erupsi tersebut terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 50 milimeter dan berlangsung selama 16 detik.
Abu vulkanik Gunung Anak Krakatau dilaporkan menyebar ke sejumlah wilayah. Berdasarkan analisis BMKG, sebaran abu bergerak ke beberapa arah dan mencakup sebagian wilayah DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Lampung, Bengkulu, hingga wilayah perairan di sekitar Selat Sunda dan Samudra Hindia.
Sementara itu, Gunung Ibu di Maluku Utara juga mengalami erupsi pada Minggu dini hari sekitar pukul 04.55 WIT.
Badan Geologi mencatat tinggi kolom letusan Gunung Ibu mencapai sekitar 400 meter di atas puncak atau sekitar 1.725 meter di atas permukaan laut. Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas sedang dan bergerak ke arah timur laut.
Erupsi juga terjadi di Gunung Ili Lewotolok, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur. Gunung tersebut dilaporkan kembali mengalami serangkaian erupsi dalam 48 jam terakhir.
Letusan terkuat tercatat pada Minggu (6/9) sekitar pukul 06.41 WITA. Kolom abu mencapai sekitar 600 meter di atas puncak atau sekitar 2.023 meter di atas permukaan laut. Kolom abu berwarna kelabu tebal dan condong ke arah tenggara.
Kemudian Gunung Semeru di Jawa Timur juga mengalami erupsi pada Minggu pagi sekitar pukul 07.51 WIB. Kolom abu teramati mencapai sekitar 1.000 meter di atas puncak. Erupsi tersebut terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 23 milimeter dan durasi 102 detik.
Badan Geologi mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas di sektor tenggara Gunung Semeru, khususnya di sepanjang Besuk Kobokan hingga sejauh 13 kilometer dari puncak atau pusat erupsi.
Masyarakat juga diminta tidak melakukan aktivitas dalam jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan, karena masih terdapat potensi perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 kilometer dari puncak.
Badan Geologi mengingatkan masyarakat di sekitar gunung api untuk tetap mengikuti informasi resmi dari PVMBG dan instansi terkait serta tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi.
"Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak," tulis Badan Geologi. (*)
Next News

Erupsi Gunung Anak Krakatau, 7 Bandara Hentikan Operasional Penerbangan hingga Tengah Malam
9 hours ago

Prabowo Imbau Warga Tetap Tenang dan Waspada Hadapi Abu Vulkanik Anak Krakatau
12 hours ago

Kebakaran 5 Hektare Lahan di Bangkalan, Asap Tebal Masuk Permukiman
13 hours ago

Empat Pejabat Baru Sumenep Dilantik, Bupati Fauzi Titip Sejumlah PR Penting
a day ago

Antre Pertalite Berjam-jam, Puluhan Pemotor Pilih Berteduh Akibat Cuaca Panas
a day ago

Hanya Dihadiri 16 Anggota, Paripurna DPRD Sampang Kembali Ditunda
2 days ago

Gara-gara Minta Uang, Pria di Sampang Diduga Pukul Ibu hingga Bakar Rumah
2 days ago

Nahas! Pickup Tabrak Fuso Saat Diduga Menyalip, Tangan Pengemudi di Sampang Putus
2 days ago

Mayat Tanpa Identitas Ditemukan Mengapung di Sungai Bangkalan
3 days ago

Dapur Rumah Warga Kowel Terbakar, Api Merembet hingga Separuh Bangunan Rumah
3 days ago




