Minggu, 6 September 2026
Salsabila FM
Lintas Berita

Erupsi Gunung Anak Krakatau, 7 Bandara Hentikan Operasional Penerbangan hingga Tengah Malam

Redaksi - Sunday, 06 September 2026 | 08:54 AM

Background
Erupsi Gunung Anak Krakatau, 7 Bandara Hentikan Operasional Penerbangan hingga Tengah Malam
Sejumlah bandar udara menghentikan sementara operasional penerbangan akibat aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau. (Istimewa /)

salsabilafm.com – Aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau berdampak terhadap operasional penerbangan di sejumlah wilayah. Sedikitnya tujuh bandar udara mengalami penghentian operasional penerbangan pada Minggu (6/9/2026).


Informasi tersebut disampaikan Otoritas Bandar Udara Wilayah I melalui pembaruan informasi operasional penerbangan pada Minggu malam pukul 19.00 WIB.


Penghentian operasional tersebut dilakukan menyusul adanya aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau dan sebaran abu vulkanik yang berpotensi mengganggu keselamatan penerbangan.




Berdasarkan informasi yang disampaikan, sejumlah bandara yang terdampak yakni Bandar Udara Soekarno-Hatta (CGK), Radin Inten II (TKG), dan Halim Perdanakusuma (HLP).


Selain itu, penghentian operasional juga berlaku di Bandar Udara Husein Sastranegara (BDO), Budiarto, Pondok Cabe (PCB), serta Bandar Udara M. Taufik Kiemas (TFY).




Seluruh penghentian operasional tersebut tercatat berlaku hingga pukul 23.59 WIB pada Minggu, 6 September 2026.


Dalam informasi resminya, Otoritas Bandar Udara mengimbau masyarakat yang hendak melakukan perjalanan menggunakan pesawat untuk memastikan terlebih dahulu kondisi penerbangan.


"Kami mengimbau kepada seluruh pengguna jasa penerbangan untuk memeriksa status dan jadwal penerbangan melalui kanal resmi maskapai penerbangan sebelum melakukan perjalanan," demikian imbauan Otoritas Bandar Udara.




Pengguna jasa penerbangan juga diminta terus memantau informasi terbaru dari maskapai maupun pihak pengelola bandara, mengingat kondisi sebaran abu vulkanik dapat memengaruhi operasional penerbangan.


Sementara itu, erupsi Gunung Anak Krakatau sebelumnya telah menyebabkan sebaran abu vulkanik ke sejumlah wilayah. Pemerintah mengimbau masyarakat tetap tenang dan waspada serta mengikuti informasi resmi dari PVMBG, BMKG, BNPB, Kementerian Perhubungan, dan instansi terkait.(Syie)