Kamis, 3 September 2026
Salsabila FM
Lintas Berita

500 Santri Keracunan MBG, Bupati Sidoarjo Sebut 31 SPPG Tak Berizin

Redaksi - Wednesday, 02 September 2026 | 03:25 AM

Background
500 Santri Keracunan MBG, Bupati Sidoarjo Sebut 31 SPPG Tak Berizin
Bupati Sidoarjo Subandi menyidak SPPG setelah muncul kasus keracunan ratusan santri. (Istimewa/)

salsabilafm.com - Bupati Sidoarjo Subandi melakukan sidak ke SPPG Kalitengah, Kecamatan Tanggulangin, yang menu Makan Bergizi Gratis (MBG)-nya diduga menyebabkan ratusan santri mengalami keracunan. la mengungkap, ada 31 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayahnya yang belum mengantongi izin.


Subandi mengatakan saat ini terdapat 170 SPPG yang berdiri di Kabupaten Sidoarjo. Dari jumlah tersebut, sebanyak 31 SPPG disebut masih belum memiliki İzin.


"Total berdiri BGN yang ada di Sidoarjo 170. Yang masih belum ada izin, 31. Tadi kita sampaikan kepada BGN Pusat, jadi betul-betul ada pengawasan yang ekstra. Jangan sampai terjadi hal-hal yang seperti ini lagi" kata Subandi, dilansir detikJatim, Rabu (2/9/2026).




Temuan tersebut menjadi perhatian Pemkab Sidoarjo setelah kasus dugaan keracunan MBG terjadi di wilayah Kecamatan Tanggulangin. Subandi turut meminta Badan Gizi Nasional (BGN) meningkatkan pengawasan terhadap SPPG. 


Terkait SPPG Kalitengah yang diduga menjadi sumber menu MBG dalam kasus tersebut, Subandi menyerahkan langkah selanjutnya kepada BGN karena kewenangan terkait SPPG berada di lembaga tersebut.




Sementara itu, Wakil Koordinator Badan Gizi Nasional (BGN) Regional Jawa Timur Teguh Bayu Wibowo menyebutkan pihaknya akan berkoordinasi dengan Pemkab Sidoarjo terkait hal tersebut. 


"Kami akan koordinasi pasti dengan Forkopimda Sidoarjo. Alhamdulillah Forkopimda Sidoarjo sangat luar biasa tanggapnya, responsnya dengan kami, kami dibantu terus. Jadi perihal belum ada SLHS (Sertifikat Laik Higiene Sanitasi) akan dipercepat dan dibantu oleh Sidoarjo" tuturnya.


 Sebelumnya, jumlah santri diduga keracunan setelah menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG) di Pondok bertambah. Jumlah santri yang diduga keracunan kini menjadi 500 orang. (*)