Minggu, 6 September 2026
Salsabila FM
Lintas Berita

Presiden Prabowo Terima Kartanu, PCNU Bangkalan: NU Punya Andil Besar Bangun Negara

Redaksi - Wednesday, 02 September 2026 | 03:19 AM

Background
Presiden Prabowo Terima Kartanu, PCNU Bangkalan: NU Punya Andil Besar Bangun Negara
Ketua PCNU Bangkalan, KH Muhammad Makki Nasir saat mengikuti Muktamar Ke-35 NU di Tambakberas Jombang. (Istimewa/)

salsabilafm.com - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menerima Kartu Tanda Anggota Nahdlatul Ulama (Kartanu) dalam penutupan Muktamar ke-35 NU di Halaman Gedung Serbaguna (GSG) KH Hasbullah Said, Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Senin (31/08/2026).



Menanggapi hal tersebut, Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Bangkalan, KH Muhammad Makki Nasir mengatakan, pemberian Kartanu kepada Presiden Republik Indonesia merupakan sebuah kehormatan sekaligus bentuk apresiasi Nahdlatul Ulama terhadap peran negara




"Beliau, Pak Prabowo, ingin menunjukkan bahwa NU punya andil besar dalam membangun negara ini. Maka, hal ini harus dipahami betul oleh aparatur pemerintah hingga di level bawah, yakni desa," ujarnya kepada NU Online Jatim, Selasa (01/09/2026).


Menurutnya, hal tersebut dapat menjadi momentum untuk benar-benar membangun sinergitas antara Nahdlatul Ulama dan pemerintah dalam membangun bangsa dan negara. Lebih lanjut, sinergi tersebut mencakup upaya bersama dalam menjaga stabilitas serta mendampingi masyarakat, baik dalam pembangunan jasmani maupun rohani.


"NU ini bukan hanya bagian dari masyarakat, tetapi juga punya tanggung jawab dalam menjaga keutuhan dan membangun negara. Karena itu, hubungan NU dengan pemerintah harus terus diperkuat agar apa yang menjadi kebutuhan masyarakat bisa kita dampingi bersama," jelasnya.




Kiai Makki mengungkapkan, NU sebelumnya sudah cukup lama tidak mengeluarkan Kartanu, meskipun terdapat kader-kader yang mengikuti berbagai jenjang kaderisasi. Pada kepengurusan yang baru ini, ia berharap Kartanu dapat kembali diberlakukan sebagai identitas resmi warga Nahdlatul Ulama.


"Mudah-mudahan dengan adanya Kartanu untuk Presiden Republik Indonesia ini, Nahdlatul Ulama kembali memberlakukan Kartanu secara luas. Sehingga, kader dan warga NU memiliki identitas resmi yang menunjukkan keanggotaannya di Nahdlatul Ulama," pungkasnya. (*)