Peduli Keamanan dan Keselamatan, HCML Gelar Simulasi Krisis di GMS Pasuruan
Redaksi - Friday, 23 October 2026 | 05:53 AM


salsabilafm.com – Sebagai upaya mewujudkan kepedulian terhadap aspek keamanan dan keselamatan, Husky-CNOOC Madura Limited (HCML) menyelenggarakan simulasi Large-Scale Emergency Exercise (LSE), dengan melibatkan kantor Jakarta, kantor Surabaya, dan juga Gas Metering Station (GMS), Kamis (15/10/2026) di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur.
Latihan ini melibatkan Emergency Response Team (ERT), Emergency Management Team (EMT), dan Crisis Management Team (CMT) sebagai peserta yang difasilitasi oleh Departemen Health, Safety, Security & Environment (HSSE) dan Oil Spill Response Limited (OSRL) sebagai pengamat.
"Simulasi ini mengangkat skenario gangguan keamanan di sekitar area fasilitas yang berkembang menjadi insiden keselamatan berupa kebakaran, sehingga memicu aktivasi bertahap mulai dari ERT di lokasi, EMT, hingga CMT. Seluruh kejadian dalam simulasi ini merupakan bagian dari latihan dan bukan peristiwa yang sebenarnya," tutur Manager HSSE HCML, Soni Widodo.
Sebelum pelaksanaan LSE, HCML telah menyiapkan sejumlah kegiatan pendukung di Jakarta, yaitu pelatihan Incident Management System (IMS) 300 pada 12-13 Oktober 2026 dan penyegaran Crisis and Emergency Management (CEM) pada 14 Oktober 2026 bagi EMT dan CMT. Pada 14 Oktober 2026, HCML juga telah mengadakan pengarahan LSE bersama para pemangku kepentingan di Pasuruan, yang dihadiri oleh ERT serta perwakilan pemadam kebakaran, rumah sakit, kepolisian, TNI, dan pemerintah daerah.
"Latihan LSE bertujuan untuk menguji dan mengevaluasi kesiapan HCML akan sifat tanggap darurat, efektivitas komunikasi termasuk kepada media dan pihak eksternal lainnya, koordinasi antar pemangku kepentingan, serta proses pengambilan keputusan saat menghadapi skenario darurat besar," tuturnya.
HCML turut mengundang Pemerintah Desa Semare, Pemerintah Kecamatan Kraton, dan perwakilan SKK Migas Jabanusa untuk berpartisipasi dalam simulasi ini. Rangkaian simulasi ini kemudian ditutup dengan sesi evaluasi untuk menilai pelaksanaan dan menyusun perbaikan yang diperlukan.
Manager Regional Office & Relations HCML, Hamim Tohari, menjelaskan, melalui simulasi ini, HCML ingin memastikan kesiapan dalam menghadapi keadaan darurat. "Di mana keterlibatan pihak eksternal tidak hanya membuat simulasi berjalan lebih realistis, tetapi juga memperkuat kolaborasi antara HCML dengan pemerintah daerah, regulator, dan organisasi tanggap darurat," kata Hamim. (*)
Next News

Kecelakaan Tunggal di Jalan Imam Bonjol Sampang, Pengendara Vario Meninggal Dunia
6 hours ago

Catut Nama untuk Minta Uang ke Sekolah, PWI Sampang Akan Laporkan Oknum Pers
6 hours ago

2 SPBU di Sampang Disanksi Pertamina, Diduga Jual BBM Tak Sesuai Ketentuan
6 hours ago

Dilanda Kekeringan, Pemkab Sampang Gelar Salat Istisqa di Alun-alun Trunojoyo
2 hours ago

Dugaan Penipuan Berkedok Imam Mahdi di Bangkalan Dilaporkan ke Polisi
a day ago

Polisi Gerebek Lokasi Sabung Ayam di Sampang, Tegaskan Zero Tolerance Judi
a day ago

Pimpin Apel Hari Santri 2026, Ketua PCNU Sampang Tekankan Pentingnya Persatuan
a day ago

Peringati Hari Santri, PCNU Sampang Salurkan Air Bersih ke Wilayah Terdampak Kekeringan
a day ago

Proyek Jalan Madupat–Omben Rp3,9 Miliar Disoal, Warga Klaim Lahan Dipakai Tanpa Izin
2 days ago

2 Kali Ditegur Tak Digubris, Satpol PP Sampang Ancam Bongkar Parkir AGN Signature
2 days ago
