Rabu, 2 September 2026
Salsabila FM
Lintas Berita

Pedagang Emas di Bangkalan Jadi Korban Perampasan, Perhiasan Rp1,2 Miliar Raib

Redaksi - Tuesday, 01 September 2026 | 07:40 AM

Background
Pedagang Emas di Bangkalan Jadi Korban Perampasan, Perhiasan Rp1,2 Miliar Raib
rsangka perampasan emas kabur menggunakan motor hitam. (Istimewa/)


salsabilafm.com -  Seorang pedagang emas di Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, menjadi korban perampasan tas berisi perhiasan emas senilai Rp1,2 miliar. Korban diduga telah diincar pelaku sejak meninggalkan toko perhiasannya di Pasar Kedungdung, Kecamatan Modung.


Aksi perampasan tersebut terekam CCTV di Jalan Raya Patereman, Kecamatan Modung. Dalam rekaman, pelaku terlihat dengan cepat mengambil tas ransel milik korban yang diletakkan di sampingnya, lalu melarikan diri menggunakan sepeda motor ke arah barat.




"Karena korban ini tidak punya brankas, jadi memang setiap hari semua emas dagangannya itu dibawa pulang," jelasnya, Selasa (1/9/2026).


Korban yang terkejut sempat berupaya mengejar pelaku. Namun, upaya tersebut gagal karena pelaku berhasil melaju dengan sepeda motor hingga akhirnya korban kehilangan jejak.


Korban diketahui bernama Sutrisno, pedagang perhiasan emas di Pasar Kedungdung-Modung. Sebelum kejadian, Sutrisno baru saja menutup tokonya dan membawa seluruh barang dagangan karena tidak memiliki brankas untuk menyimpan perhiasan.




Perhiasan tersebut terdiri atas berbagai jenis, mulai dari kalung, gelang, hingga cincin. Selain emas, terdapat pula sejumlah uang ringgit di dalam tas ransel yang dibawa kabur pelaku.


Dalam perjalanan pulang, korban sempat berhenti di lokasi kejadian untuk bermain catur di pinggir jalan. Saat korban lengah, pelaku yang diduga telah menunggu di sekitar lokasi langsung mengambil tas ransel tersebut.




"Di situ, korban duduk di tempat catur, posisinya memang di tepi jalan. Nah tas yang isi semua perhiasan emas itu ditaruh di sampingnya," ungkap Kasatreskrim Polres Bangkalan AKP Eriek Triyasworo.


Korban mengaku sempat melihat orang yang diduga pelaku berada di seberang jalan ketika dia masih menutup toko. Kondisi itu memperkuat dugaan bahwa korban telah dipantau sejak berada di pasar.


Dia juga mengatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan dengan memeriksa tempat kejadian perkara dan meminta keterangan korban serta sejumlah saksi.




"Kami juga akan mengecek CCTV di daerah sekitar TKP tersebut sehingga dapat memberikan petunjuk-petunjuk untuk segera dilakukan pengungkapan," ujar Eriek.


Polisi juga akan menelusuri rekaman CCTV di sekitar lokasi untuk mencari petunjuk mengenai identitas dan arah pelarian pelaku.




"Akibat penjambretan itu, korban mengalami kerugian mencapai Rp 1 miliar lebih," imbuhnya.


Hingga kini, Satreskrim Polres Bangkalan masih mengembangkan penyelidikan untuk mengungkap pelaku perampasan dan memastikan apakah aksi tersebut telah direncanakan sebelumnya. (*)