Kotak Suara Usulan AHWA Dijaga Ketat, Tak Bisa Dibuka Kecuali Dipecah
Ach. Mukrim - Saturday, 29 August 2026 | 06:42 AM


salsabilafm.com - Jelang pemilihan Rais Aam dan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Panitia Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) menyimpan berkas usulan nama-nama kiai calon anggota Ahlul Halli wal Aqdi (Ahwa) di dalam kotak kaca yang dijaga ketat.
Ahwa merupakan majelis atau forum yang berisikan sembilan ulama sepuh atau kiai khos terpilih. Mereka nantinya bertugas untuk bermusyawarah dan menentukan pimpinan tertinggi PBNU, khususnya posisi Rais Aam.
Pantauan salsabilafm.com di lokasi, kotak tersebut ditempatkan di sebuah ruangan berpintu dan berjendela kaca gelap, persis di depan rumah KH Abdul Rozaq Sholeh alias Gus Rozaq, Ketua Umum Yayasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang.
Setidaknya terdapat enam kotak kaca yang disimpan di dalam ruangan tersebut. Kotak-kotak itu dipantau terus-menerus melalui kamera pengawas atau CCTV.
Selain itu, sebanyak 15 anggota Satuan Inspeksi Tanggap Pengamanan (Sigap) Pondok Pesantren Bahrul Ulum turut berjaga di luar ruangan secara bergantian selama 24 jam penuh.
Rais Syuriah PBNU sekaligus Sekretaris Steering Committee (SC) Muktamar ke-35 NU, Mohammad Nuh, mengatakan, usulan nama-nama Ahwa tersebut sudah diserahkan oleh Pengurus Wilayah NU (PWNU), Pengurus Cabang NU (PCNU), dan Pengurus Cabang Istimewa NU (PCINU) sejak awal proses registrasi peserta muktamar.
Usulan itu merupakan hasil musyawarah di tingkat PWNU, PCNU, maupun PCINU yang dilakukan sebelum keberangkatan ke lokasi muktamar.
"Nah, dari situlah pada saat beliau mendaftar registrasi kemarin, langsung dimasukkan usulannya itu," kata M Nuh, Sabtu (29/8/2026).
M Nuh menegaskan, berkas usulan itu belum boleh dibuka hingga waktu yang ditentukan dalam agenda muktamar. Karena itu, kotak-kotak tersebut disimpan di tempat yang dinilai aman dan bebas dari kecurigaan pihak mana pun.
"Tapi ini kan belum boleh dibuka. Nah, demi keamanan, transparansi, dan seterusnya, tentu ini disimpan di tempat yang aman, yang ndak ada kecurigaan," katanya.
Dia mengungkapkan, kotak-kotak tersebut tak bisa dibuka tutup sewaktu-waktu. Untuk mengakses isinya, wadah itu harus dirusak atau dibongkar seluruhnya.
"Kotaknya pun juga tidak pakai kunci. Ya, karena kalau kunci nanti dipikir, 'sampeyan pegang kunci, nanti kuncinya sampeyan buka' dan seterusnya. Tidak ada kuncinya. Sehingga nanti bukanya dirusak, dijebol gitu," jelasnya.
M Nuh menjelaskan, alasan kotak tersebut ditempatkan di depan rumah Gus Rozaq. Menurutnya, ruang kaca di lokasi tersebut memungkinkan siapa pun dapat melihat langsung kondisi kotak, selain telah dijaga petugas dan dipantau CCTV.
"Ditempatkan di tempat yang depannya Gus Rozak, di situ ada ruang kaca sehingga siapapun bisa melihat, dijaga, dan ada CCTV-nya. Sehingga dipastikan aman," katanya.
Dia menekankan pentingnya pengamanan berkas tersebut mengingat Ahwa memiliki kewenangan memilih Rais Aam PBNU, yang selanjutnya akan memberikan restu kepada ketua umum terpilih.
"Karena Ahwa ini yang memilih Rais Aam. Ya, dari Ahwa itu yang akan memilih Rais Aam, dan Rais Aam nanti akan memberikan restu ketua umum," ujarnya.
M Nuh mengatakan, proses Ahwa harus dikawal dengan baik karena hasil dari mekanisme tersebut akan menentukan keabsahan kepemimpinan NU ke depan.
Berkas usulan nama-nama kiai calon anggota Ahwa itu nantinya akan dibuka dan ditabulasi menjelang Sidang Pleno penetapan anggota Ahwa.
Berdasarkan mekanisme yang berlaku, setiap PWNU, PCNU, dan PCINU mengusulkan sembilan nama kiai atau ulama yang dinilai layak masuk Ahwa, kemudian seluruh usulan tersebut dihimpun dan dihitung melalui proses tabulasi.
Sembilan nama dengan perolehan suara terbanyak dari hasil tabulasi itulah yang selanjutnya ditetapkan Muktamar sebagai anggota Ahwa, sebelum bermusyawarah menentukan Rais Aam PBNU periode 2026-2031. (Mukrim)
Next News

5 Caketum Sepakat AHWA, Mekanisme Pemilihan Ketum PBNU Tetap Diputuskan Lewat Voting
9 hours ago

Semarak HUT RI ke-81, JJS SDN Torjunan 3 Diikuti Ribuan Peserta
11 hours ago

Mubes Warga NU 2026: Perkuat Jamaah, Kemandirian, dan Regenerasi Kepemimpinan
12 hours ago

Pemilihan Ketum PBNU: Tetap Mekanisme Lama atau Ahwa, Komisi Organisasi Belum Putuskan
9 hours ago

Sistem Pemilihan Ketum PBNU Berpotensi Berubah, Gus Ipul: Tergantung Keputusan Muktamar
9 hours ago

LPj PBNU 2021-2026 Diterima, Muktamar NU Lanjut Pembahasan Komisi
a day ago

Rumah Warga di Pamekasan Terbakar, Kerugian Ditaksir Rp50 Juta
a day ago

Sidang Pleno Tatib Muktamar ke-35 NU Dimulai, Pemilihan Ketum PBNU Dibahas Usai Persidangan Komisi
a day ago

Kebakaran 4 Lokasi di Sampang dalam Sehari, Diduga Dipicu Pembakaran Sampah dan Rumput
2 days ago

Target Pengerjaan Akhir Agustus, Proyek Pagar Labkesmas Sampang Rp541 Juta Belum Teken Kontrak
2 days ago




