Rabu, 26 Agustus 2026
Salsabila FM
Lintas Berita

Pria Asal Bangkalan Ditemukan Mengambang di Perairan Teluk Lamong Surabaya

Redaksi - Wednesday, 26 August 2026 | 12:20 PM

Background
Pria Asal Bangkalan Ditemukan Mengambang di Perairan Teluk Lamong Surabaya
Mayat mengambang di laut. (Istimewa/)

salsabilafm.com - Seorang laki-laki ditemukan mengambang di sekitar Perairan Teluk Lamong, Surabaya, pada Selasa (25/8/26) siang. Korban teridentifikasi bernama Mujibur Rohman, 29, warga Arosbaya, Bangkalan, Madura. 


Jenazah telah dievakuasi oleh Ditpolairud, Polres Pelabuhan Tanjung Perak, bersama BPBD Surabaya untuk dibawa ke rumah sakit guna penanganan lebih lanjut. 


Kanit Reskrim lptu Agung Suciono menjelaskan, kronologi penemuan tersebut bermula ketika seorang nelayan sedang melaut dan menemukan korban mengambang di perairan Teluk Lamong. Nelayan tersebut kemudian melaporkan penemuan itu kepada Ditpolairud Polda Jawa Timur.




"Nelayan ini melaporkan ke Ditpolairud Polda Jatim. Petugas langsung mengevakuasi jenazah ke Pelabuhan Jamrud Selatan," kata Agung, Selasa (25/8/2026). 


Setelah jenazah dievakuasi, petugas menemukan tanda pengenal berupa KTP yang menunjukkan identitas korban bernama Mujibur Rohman, 29, warga Arosbaya, Bangkalan, Madura. Tim ldentifikasi Forensik (Inafis) langsung turun melakukan pemeriksaan awal di lokasi. 




"Hasil pemeriksaan awal tidak ditemukan tanda kekerasan atau penganiayaan pada tubuh korban," ungkap Agung. 


Saat ditemukan, korban mengenakan hoodie hitam, kemeja biru, dan celana panjang hitam. Kondisi tubuh korban sudah membengkak saat proses evakuasi dilakukan. 


Hingga saat ini, pihak kepolisian masih terus menyelidiki penyebab kematian korban. 




Jenazah telah dibawa ke rumah sakit untuk menjalani pemeriksaan visum etiologi guna mengetahui secara pasti apa yang menjadi penyebab kematiannya. 


"Masih kami selidiki penyebabnya meninggalnya korban. Jenazah sudah kami evakuasi untuk dilakukan visum," terangnya.




Polisi belum dapat memastikan apakah korban meninggal karena kecelakaan, sakit, atau sebab lain, dan meminta masyarakat untuk tidak berspekulasi sebelum hasil pemeriksaan lengkap keluar. Perkembangan kasus ini akan terus dipantau pihak berwajib. (*)