Sanggar Tari di Sampang Belum Dapat Dana Hibah, Pemkab: Terkendala Fiskal
Ach. Mukrim - Monday, 24 August 2026 | 06:56 AM


salsabilafm.com - Pengembangan seni tari di Kabupaten Sampang, Jawa Timur, dinilai masih belum optimal. Salah satu persoalan yang dihadapi para pelaku seni adalah belum adanya dana hibah bagi sanggar tari.
Kepala Bidang (Kabid) Kebudayaan, Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Disporabudpar) Kabupaten Sampang, Abdul Basith mengatakan, pemerintah daerah selama ini telah melakukan pembinaan dan memberikan fasilitas kepada para seniman, khususnya pelaku seni tari.
Menurutnya, para seniman juga kerap dilibatkan dalam berbagai kegiatan pemerintah, termasuk event di luar daerah.
"Seperti melibatkan mereka dalam combo duk dan mengutus seniman ke sejumlah event di luar kota," katanya, Senin (24/8/2026).
Selain pembinaan, lanjutnya, pemerintah daerah memberikan fasilitas berupa legalitas melalui Nomor Induk Kesenian (NIK). Saat ini, sekitar 25 sanggar tari telah mengantongi NIK dan menjadi binaan Disporabudpar Sampang. Namun, pihaknya mengakui belum ada bantuan dana hibah yang diberikan kepada sanggar tari.
"Kalau bantuan dana hibah untuk sanggar tari memang belum ada, seharusnya memang ada. Tetapi kondisi fiskal belum memungkinkan," ujarnya.
Sementara itu, Budayawan Sampang Bustomi Irwan Kurniadi Jati Budoyo menilai perhatian pemerintah daerah terhadap para seniman tidak cukup hanya melalui pemberian legalitas.
Menurutnya, pemerintah juga perlu memberikan dukungan pendanaan agar sanggar dan seniman dapat terus mengembangkan karya mereka.
"Tidak semua seniman mapan secara finansial. Oleh karena itu, Pemkab Sampang harus hadir dengan memberikan motivasi berupa bantuan dana hibah," katanya.
Dia mengatakan, keterbatasan anggaran daerah seharusnya tidak menjadi alasan untuk menghentikan upaya pemberian dukungan kepada seniman.
Pemkab Sampang, kata dia, dapat mengupayakan sumber pendanaan dari pemerintah pusat. Salah satunya melalui program Dana Indonesiana.
"Ada program Dana Indonesiana dari pemerintah pusat yang pernah saya dapatkan, semoga Pemkab Sampang bisa mengusulkannya untuk seniman," ujarnya.
Bustomi berharap, dukungan pemerintah terhadap sanggar seni tidak hanya sebatas pelibatan dalam kegiatan atau pemberian legalitas.
"Dukungan anggaran diperlukan agar ekosistem seni tari di Sampang dapat berkembang dan para seniman memiliki ruang yang lebih besar untuk berkarya," pungkasnya. (Mukrim)
Next News

Alokasi Pupuk Bersubsidi 2026 di Sampang Meningkat
a day ago

Hamil 6 Bulan, Istri ABK KM Virgo 8 Menangis Sambut Jenazah Suami
a day ago

4 Bulan Kekeringan, Polisi Bantu Warga Bangkalan Kirim Air Bersih
a day ago

Ditpolairud Polda Jatim Perluas Pencarian Korban KM Virgo 8 ke Sumenep
a day ago

KPK Belum Pastikan Pemanggilan Nusron Wahid dalam Kasus Dugaan Korupsi ATR/BPN
17 hours ago

Komdigi Verifikasi 22 Layanan Digital Berisiko Tinggi bagi Anak
17 hours ago

Sekolah Bisa Tolak MBG jika Makanan Tidak Aman Dikonsumsi
17 hours ago

Peserta SKNC 2026 Minta Maaf soal Pertunjukan yang Menyerupai Ritual Satanik
17 hours ago

Nenek 71 Tahun di Sampang Dilaporkan Hilang, Pencarian Hari Pertama Nihil
17 hours ago

Persiapan Pengamanan Pilkades Sampang 2027, Polisi Petakan Wilayah Rawan
2 days ago





